Ketidakpuasan Gen Z dan Minimnya Pelatihan Bikin Perusahaan Sulit Pertahankan Karyawan
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
26 Agt 2025
3 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Banyak pekerja merasa tidak ada kesempatan berkembang di pekerjaan mereka, terutama Generasi Z.
Kecemasan finansial mendorong banyak pekerja untuk mencari pekerjaan sampingan.
Pemberi kerja perlu meningkatkan investasi dalam pelatihan dan pengembangan untuk menarik dan mempertahankan bakat.
Menurut survei yang dilakukan oleh SurveyMonkey, hampir separuh karyawan merasa bahwa pekerjaan mereka saat ini tidak menawarkan banyak peluang untuk berkembang. Generasi Z, yang baru memasuki dunia kerja, paling banyak merasa tidak puas dan cenderung mencari pekerjaan lain yang bisa memberikan mereka kesempatan lebih baik untuk berkembang.
Lebih dari tiga perempat pekerja saat ini melakukan atau mempertimbangkan pekerjaan sampingan karena tekanan finansial yang tinggi. Selain itu, budaya kerja yang menuntut jam kerja panjang dan ketersediaan terus-menerus mulai kembali mendominasi lingkungan kerja di banyak perusahaan.
Setelah beberapa tahun di mana pasar tenaga kerja lebih menguntungkan karyawan, sekarang situasinya mulai berubah menjadi pasar yang lebih berpihak pada employer. Hal ini menyebabkan meningkatnya kecemasan di kalangan karyawan di tengah pengurangan posisi dan berkurangnya peluang pengembangan.
Penganggaran untuk gaji dan tunjangan umumnya stagnan, begitu juga dengan program pelatihan dan pengembangan karyawan. Survei HR Dive mengungkapkan bahwa pelatihan kini menjadi prioritas yang menurun, hanya 5% organisasi menganggapnya penting dibandingkan 12% tahun sebelumnya. Ini menimbulkan masalah dalam memenuhi kebutuhan keterampilan baru, terutama di bidang AI.
Banyak perusahaan belum siap menyediakan pelatihan yang memadai untuk keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, termasuk pelatihan AI. Gen Z sangat mengharapkan kesempatan pengembangan diri dan pelatihan berkelanjutan, dan perusahaan yang gagal memenuhi kebutuhan ini berisiko kehilangan talenta terbaik mereka.
Analisis Ahli
Josh Bersin
Tanpa investasi besar dalam pelatihan dan pengembangan, perusahaan akan kehilangan keunggulan kompetitif dan menghadapi tingkat turnover yang tinggi, terutama dari generasi muda yang menginginkan pertumbuhan karir nyata.Meister Consulting
Perusahaan harus memprioritaskan program pembelajaran berkelanjutan agar dapat memenuhi harapan karyawan dan mengatasi kesenjangan keterampilan yang semakin luas.