Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Vodafone Coba Presenter AI dalam Iklan, Bisa Jadi Tren Baru Dunia Pemasaran

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
08 Sep 2025
115 dibaca
2 menit
Vodafone Coba Presenter AI dalam Iklan, Bisa Jadi Tren Baru Dunia Pemasaran

Rangkuman 15 Detik

Vodafone menguji penggunaan AI dalam periklanan untuk menarik perhatian konsumen.
Penggunaan influencer yang diciptakan secara artifisial semakin populer dalam pemasaran.
Ada kekhawatiran mengenai keaslian dan kepercayaan dalam iklan yang menggunakan teknologi generative AI.
Vodafone baru-baru ini meluncurkan sebuah iklan di Jerman yang mempertontonkan presenter wanita yang ternyata dibuat dengan teknologi AI generatif. Pergerakan rambut yang aneh, perubahan mole di wajah, dan ekspresi yang tidak alami membuat banyak penonton curiga presenter itu bukan manusia asli. Ketika ditanya oleh pengguna di kolom komentar, Vodafone mengonfirmasi bahwa mereka memang sedang mencoba gaya periklanan baru dengan menggunakan AI. Mereka menyebut AI sudah sangat umum dalam kehidupan sehari-hari dan ingin mengeksplorasi penggunaannya dalam kampanye iklan. Penggunaan AI dalam iklan ini cukup menarik perhatian karena efek uncanny valley yaitu perasaan ada sesuatu yang 'aneh' atau 'tidak pas' dari wajah dan gerakan presenter. Ini menunjukkan bagaimana teknologi meski maju, masih banyak tantangan dalam menciptakan AI yang benar-benar bisa menggantikan manusia secara sempurna dalam periklanan. Ini bukan kali pertama Vodafone memakai AI dalam iklan mereka. Tahun lalu, mereka bahkan merilis komersial sepenuhnya yang digenerate oleh AI, menunjukkan komitmen mereka untuk terus bereksperimen dengan teknologi ini. Selain Vodafone, fenomena influencer palsu hasil AI juga semakin populer di dunia periklanan, dengan contoh terkenal seperti Lil' Miquela yang sudah tampil dalam kampanye merek besar seperti Calvin Klein, Prada, dan BMW. Ini menandai perubahan besar dalam cara perusahaan beriklan dan berinteraksi dengan audiens.

Analisis Ahli

Dr. Maya Santoso (Ahli Pemasaran Digital)
Penggunaan AI generatif dalam periklanan bisa meningkatkan daya tarik visual, tapi jika tidak dilakukan dengan tepat dapat menimbulkan reaksi negatif dari audiens karena kesan tidak realistis yang berlebihan.