TikTok Perkenalkan Avatar AI untuk Iklan, Tantangan Baru bagi Influencer
Bisnis
Marketing
16 Jun 2025
179 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
TikTok memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dalam iklan dan pemasaran.
Konten yang dihasilkan AI dapat mengancam keberlangsungan pekerjaan influencer manusia.
Pengiklan kini memiliki opsi untuk menggunakan avatar virtual sebagai pengganti influencer manusia.
Media sosial kini dipenuhi dengan banyak orang yang memasarkan produk melalui influencer marketing, yang mengubah iklan tradisional menjadi lebih personal dan skala besar. Influencer menjadi penjual dari ruang tamu yang mempengaruhi banyak orang sekaligus. Namun, perkembangan teknologi membuat iklan semakin otomatis, bahkan menggunakan avatar AI.
TikTok baru saja meluncurkan fitur baru di Symphony, platform iklan AI mereka yang memungkinkan pengiklan membuat video dengan avatar virtual yang bisa mencoba dan menampilkan produk seperti influencer manusia. Advertiser dapat mengunggah gambar dan teks, lalu menghasilkan video langsung tanpa harus merekam secara manual.
Dengan AI, pengiklan bisa memangkas biaya dan waktu produksi karena avatar digital tidak perlu dibayar atau punya persyaratan kontrak. Selain itu, AI juga membantu dalam menyusun ide konten, menargetkan audiens, dan menerjemahkan suara ke berbagai bahasa, membuat iklan lebih efisien dan luas jangkauannya.
Meski ada keuntungan, penggunaan AI dalam iklan menimbulkan kekhawatiran bagi influencer manusia karena ada potensi menggantikan pekerjaan mereka dan menurunkan nilai pasar jasa influencer. Disamping itu, muncul pertanyaan etis terkait apakah rekomendasi produk dari entitas yang tidak nyata dapat dipercaya oleh audiens.
TikTok menyatakan bahwa semua konten yang dibuat dengan AI akan diberi label khusus dan melewati pemeriksaan keselamatan berulang agar transparan dan aman. Langkah ini menandakan bahwa penggunaan AI dalam iklan di platform ini akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari pemasaran digital.
