Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Model AI di Dunia Fashion: Inovasi Hemat Biaya atau Ancaman Bagi Model Manusia?

Teknologi
Kecerdasan Buatan
TechCrunch TechCrunch
03 Agt 2025
65 dibaca
2 menit
Model AI di Dunia Fashion: Inovasi Hemat Biaya atau Ancaman Bagi Model Manusia?

Rangkuman 15 Detik

Penggunaan model AI dalam iklan menciptakan tantangan baru bagi model manusia, terutama dalam hal keberagaman dan peluang kerja.
Merek kini lebih fokus pada penghematan biaya dan peningkatan produksi konten, yang dapat mengakibatkan hilangnya pekerjaan bagi banyak profesional di industri mode.
Perdebatan tentang etika penggunaan model AI dan perlindungan hak model manusia semakin penting di era digital ini.
Industri fashion mulai mengganti model manusia dengan model digital berbasis AI untuk iklan dan pemasaran, dengan alasan menghemat biaya dan memenuhi kebutuhan konten yang semakin banyak. Levi’s dan Lalaland.ai menjadi pionir dalam menggunakan teknologi ini, namun langkah mereka menuai kritik karena dianggap menggantikan kesempatan kerja bagi model manusia, terutama model yang mewakili keragaman budaya. Kejadian baru-baru ini ketika majalah Vogue menampilkan iklan Guess dengan model AI memicu perdebatan yang luas. Publik dan pelaku industri fashion merasa khawatir dengan dampak penggunaan model AI yang dianggap menduplikasi standar kecantikan tertentu dan menghilangkan sentuhan manusiawi, serta menimbulkan pertanyaan tentang otentisitas dan keadilan bagi model manusia asli. Menurut ahli, model untuk e-commerce menjadi yang paling terancam karena mereka biasanya lebih realistis dan menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak model. Penggunaan teknologi AI memungkinkan proses produksi iklan jadi lebih cepat dan murah, yang lalu menggeser peran model tradisional. Hal ini juga memunculkan isu 'robot cultural appropriation' dimana teknologi yang dibuat oleh pihak luar identitas tertentu dipakai untuk menggantikan keberagaman yang sesungguhnya. Beberapa stakeholders dalam industri berupaya menciptakan regulasi yang melindungi hak model manusia, termasuk perizinan dan kompensasi untuk penggunaan replika digital. Sementara itu, para model didorong untuk membangun merek personal dan memanfaatkan platform lain agar tetap relevan dan mendapatkan penghasilan, karena teknologi AI otomatis tidak bisa menggantikan kisah dan keunikan pribadi mereka. Kendati demikian, dampak penggunaan model AI dalam fashion masih dalam tahap percobaan dan eksplorasi, dengan sikap yang variatif dari merek dan audiens. AI diprediksi akan menjadi bagian dari workflow kreatif di masa depan, namun tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan mempertahankan nilai humanisme serta keberagaman dalam industri fashion.

Analisis Ahli

Sinead Bovell
Model e-commerce paling terancam digitalisasi; tantangan terbesar bagi model-model yang memakai identitas non-tradisional.
Paul Mouginot
AI memudahkan produksi gambar model secara masif dan murah; merek sudah lama menggunakan virtual mannequin.
Amy Odell
Penghematan biaya jadi alasan utama merek beralih ke model AI dalam iklan dan media sosial.
PJ Pereira
Skala pemasaran digital menuntut produksi konten dalam jumlah besar, sehingga AI menjadi solusi praktis meski menimbulkan kontroversi.
Sara Ziff
Perlu regulasi agar penggunaan digital replica model mendapat persetujuan dan kompensasi yang jelas.