AI summary
Ada kritik yang signifikan terhadap rancangan undang-undang crypto dari dua sisi spektrum kebijakan. Rancangan undang-undang ini berpotensi mengurangi perlindungan bagi investor dan memperlemah pengawasan SEC. Dukungan dari organisasi industri crypto menunjukkan ketidakpuasan terhadap bagaimana regulasi crypto dirumuskan. Senat Amerika Serikat memperkenalkan rancangan undang-undang baru mengenai regulasi pasar kripto yang disebut 'Responsible Financial Innovation Act'. RUU ini bertujuan untuk memberikan SEC kewenangan dalam mengawasi pasar kripto dengan memperkenalkan kategori aset baru bernama 'ancillary assets'.Namun, rancangan undang-undang ini mendapat kritik dari dua kubu yang biasanya berseberangan. Senator Elizabeth Warren menganggap aturan ini akan mengurangi pengawasan SEC sehingga publik berisiko mengalami kerugian pada dana pensiun dan investasi mereka karena volatilitas pasar kripto yang tinggi.Sementara DeFi Education Fund bersama lebih dari 115 organisasi industri kripto mengkritik bahwa undang-undang ini tidak memberikan perlindungan cukup bagi para pengembang perangkat lunak dan penyedia layanan non-penahanan, yang merupakan elemen penting dalam ekosistem kripto.Anggota Senat Republik yang membuat rancangan ini dan anggota Demokrat yang dipimpin oleh Warren memiliki pandangan berbeda soal risiko terkait keuangan, korupsi, dan keamanan nasional bila RUU ini diterapkan dalam bentuk sekarang.RUU ini dibangun berdasarkan CLARITY Act yang sebelumnya telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat pada Juli 2025. Kritik dan perdebatan yang terjadi kemungkinan akan mendorong adanya perubahan atau revisi demi menciptakan aturan yang lebih seimbang dan aman bagi semua pihak.
Rancangan undang-undang ini menunjukkan bahwa regulasi kripto tetap menjadi medan pertempuran politik dan ekonomi yang kompleks di AS. Ketiadaan perlindungan kuat bagi pengembang dan investor bisa memperlambat inovasi dan menambah risiko sistemik yang nyata di pasar kripto.