Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

DOJ Dorong Google Lepas Bisnis Iklan Setelah Terbukti Lakukan Monopoli

Bisnis
Marketing
News Publisher
06 Mei 2025
1266 dibaca
2 menit
DOJ Dorong Google Lepas Bisnis Iklan Setelah Terbukti Lakukan Monopoli

TLDR

Google menghadapi tuntutan hukum dari DOJ terkait praktik monopoli dalam bisnis iklan.
DOJ mengusulkan agar Google menjual AdX dan DFP sebagai solusi untuk masalah monopoli.
Google menolak rencana divestasi dan menawarkan perubahan praktik bisnis sebagai gantinya.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengajukan rencana supaya Google melepas dua bisnis utama di bidang iklan digital, yaitu Ad Exchange dan platform manajemen iklan DoubleClick for Publishers. Rencana ini muncul karena Google dianggap telah menyalahgunakan posisinya selama lebih dari 10 tahun untuk menyingkirkan pesaing dan melanggar hukum antitrust.Menurut keputusan pengadilan, Google membuat pelanggan sulit berpindah ke platform iklan lain dengan mengikat layanan-layanan iklannya secara tidak adil. DOJ juga ingin Google berbagi data yang diperoleh dari platform ini agar persaingan iklan menjadi sehat dan memastikan Google tidak menggunakan data dari layanan lain seperti YouTube dan Gmail untuk keuntungan tidak adil.Google menolak usulan DOJ yang menghendaki penjualan bisnis tersebut dan mengatakan jika harus membuat platform iklan baru di luar Google, ini akan memakan waktu lama dan merusak pengalaman pelanggan. Google juga menawarkan solusi berupa perubahan aturan bisnis agar lebih adil, salah satunya menghapus kebijakan yang diangap membatasi persaingan.Rencana DOJ juga mencakup pembuatan API agar platform Google bisa berintegrasi dengan layanan iklan pesaing dan melepaskan kode penting dari platform mereka ke lisensi terbuka. Google juga diminta tidak menghidupkan kembali fitur-fitur yang sebelumnya dianggap memberinya keunggulan tidak adil dalam lelang iklan.Kedua pihak masih berseteru karena Google akan mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan ini, sementara DOJ terus menekan Google lewat berbagai kasus antitrust lain, seperti menuntut Google menyetop bisnis Chrome untuk mengurangi dominasi pasar yang sama.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.