Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Laser Cincin Bawah Tanah Ukur Getaran Poros Bumi dengan Akurasi Tinggi

Sains
Fisika dan Kimia
InterestingEngineering InterestingEngineering
05 Sep 2025
140 dibaca
2 menit
Laser Cincin Bawah Tanah Ukur Getaran Poros Bumi dengan Akurasi Tinggi

Rangkuman 15 Detik

Laser cincin yang dikembangkan mampu mengukur fluktuasi sumbu Bumi dengan akurasi tinggi.
Pengukuran ini dilakukan tanpa bergantung pada teknologi pengamatan luar seperti teleskop atau satelit.
Penelitian ini membuka kemungkinan untuk mendeteksi distorsi ruang waktu yang disebabkan oleh rotasi Bumi.
Para ilmuwan di Jerman berhasil menggunakan laser cincin bawah tanah yang sangat sensitif untuk mengukur getaran kecil pada sumbu rotasi Bumi, tanpa perlu bergantung pada teleskop, satelit, atau sinyal eksternal. Alat ini ditempatkan di Observatorium Geodesi Wettzell, Bavaria, dan memiliki presisi 100 kali lebih baik dibandingkan laser cincin atau giroskop sebelumnya. Dalam percobaan selama 250 hari, laser tersebut mampu merekam pergerakan kompleks poros Bumi seperti precession dan nutation. Precession adalah pergeseran lambat yang memakan waktu sekitar 26.000 tahun, sementara nutation merupakan getaran yang lebih kecil dan lebih sering, termasuk siklus sekitar 18,6 tahun. Sebelumnya, pengukuran perubahan tersebut hanya bisa dilakukan dengan jaringan radio teleskop global yang membutuhkan waktu pemrosesan data yang lama dan biaya tinggi. Laser cincin ini mampu mengukur perubahan tersebut hampir secara real-time dengan pembaruan data setiap jam ataupun kurang. Tim peneliti percaya bahwa jika alat ini dapat ditingkatkan akurasi dan stabilitasnya hingga 10 kali lipat, teknologi ini tidak hanya dapat memantau pergerakan bumi dengan lebih baik, tetapi juga memungkinkan deteksi gangguan ruang waktu dan fenomena relativitas seperti efek Lense-Thirring langsung dari permukaan bumi. Penemuan ini membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika planet serta potensi pengujian teori relativitas Einstein dengan metode baru, yang sebelumnya hanya dapat dilakukan melalui observasi astronomi dan teknik rumit lainnya.

Analisis Ahli

Ulrich Schreiber
Teknologi ini membawa presisi pengukuran pada level yang belum pernah ada sebelumnya, meningkatkan pemahaman kita tentang sistem Bumi dan fenomena alam yang terkait dengan rotasi planet.