Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspadai Penyebaran Jamur Aspergillus akibat Pemanasan Global yang Meningkat

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
13 Sep 2025
106 dibaca
1 menit
Waspadai Penyebaran Jamur Aspergillus akibat Pemanasan Global yang Meningkat

Rangkuman 15 Detik

Penyebaran jamur Aspergillus dapat mengancam kesehatan manusia, terutama bagi mereka dengan sistem imun lemah.
Pemanasan global berkontribusi pada peningkatan penyebaran jamur ini ke daerah-daerah baru.
Aspergillus flavus juga menjadi ancaman bagi ketahanan pangan global.
Jamur Aspergillus merupakan jenis kapang yang bisa menyebabkan penyakit serius pada paru-paru dan gangguan pernapasan. Jamur ini berbahaya terutama bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penderita asma, dan penyakit paru-paru seperti fibrosis kistik. Aspergillus dapat menyebar melalui spora yang masuk ke tubuh lewat udara, dan jamur ini bisa tumbuh dengan baik pada suhu tinggi, termasuk suhu tubuh manusia yang rata-rata 37 derajat Celsius. Ini membuat penyebarannya menjadi ancaman langsung bagi kesehatan manusia. Studi dari Manchester University menunjukkan bahwa jamur Aspergillus telah menyebar ke berbagai wilayah mulai dari Eropa hingga Asia. Penyebaran ini semakin meluas karena perubahan iklim global yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil. Diperkirakan sampai tahun 2100, pemanasan global memungkinkan jamur ini menjangkau hingga 77% wilayah baru di dunia, termasuk wilayah utara seperti Cina bagian utara, Rusia, Skandinavia, dan Alaska. Ini berarti risiko infeksi yang mematikan akan meningkat bagi jutaan orang di berbagai benua. Selain risiko kesehatan manusia, Aspergillus flavus juga mengancam ketahanan pangan dengan tumbuh di tanaman pangan. Penyebarannya diprediksi mencakup 16% wilayah baru dan bisa berdampak buruk bagi ekosistem dan pasokan makanan global.

Analisis Ahli

Norman van Rhijn
Peningkatan suhu global mengubah distribusi spesies Aspergillus secara drastis, yang akan menyebabkan lonjakan infeksi jamur dan kehilangan nyawa dalam skala besar selama 50 tahun ke depan.