Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bullish Hadapi Tantangan Regulasi Kripto Asal AS, Saham Turun 12%

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
04 Sep 2025
9 dibaca
2 menit
Bullish Hadapi Tantangan Regulasi Kripto Asal AS, Saham Turun 12%

Rangkuman 15 Detik

Bullish menghadapi tantangan untuk mendapatkan izin operasional di AS.
Legislasi seperti CLARITY Act sangat penting untuk perkembangan industri cryptocurrency.
Bullish memiliki potensi untuk bersaing dengan Coinbase jika berhasil memasuki pasar AS.
Bullish adalah sebuah bursa kripto yang baru-baru ini melantai di Bursa Efek New York dengan dukungan dari Peter Thiel. Meskipun harganya sempat melonjak hingga Rp 1.97 juta ($118) , saham Bullish turun 12% dan saat ini diperdagangkan sedikit di atas Rp 901.80 ribu ($54) . Bursa ini fokus melayani investor institusional dan sedang berusaha masuk ke pasar Amerika Serikat yang ketat regulasinya. Para analis di Compass Point mengeluarkan rating netral dan target harga saham Bullish sebesar Rp 751.50 ribu ($45) yang lebih rendah sekitar 16% dari harga saat ini, dengan alasan utama adalah ketidakpastian regulasi di AS terkait operasi bursa dan penggunaan teknologi baru seperti automatic market maker (AMM). Regulasi di Amerika Serikat terkait aset kripto masih rumit dan belum jelas. Kongres AS belum mengesahkan Undang-undang CLARITY yang dapat memperjelas kewenangan antara dua badan regulator, yakni SEC dan CFTC. Regulasi New York yang ketat melalui BitLicense juga menjadi hambatan besar bagi Bullish. Jika Bullish berhasil mendapatkan lisensi resmi dari regulator AS, terutama dari NYDFS, maka bursa ini bisa menjadi pesaing utama Coinbase dengan keunggulan biaya transaksi yang lebih rendah. Karena saat ini Coinbase mendominasi pasar institusional di AS meskipun biaya mereka relatif tinggi dibandingkan bursa internasional lainnya. Selain di AS, Bullish saat ini menargetkan pelanggan di Eropa dan Hong Kong. Pada IPO-nya, Bullish mengumpulkan dana sekitar Rp 19.20 triliun ($1,15 miliar) dalam bentuk stablecoin terutama di blockchain Solana. Ini menunjukkan Bullish berfokus pada tahap awal pertumbuhan industri aset digital yang semakin berkembang.

Analisis Ahli

Ed Engel
Belum jelasnya regulasi pasar kripto di AS dan sikap ketat NYDFS membuat Bullish sulit menembus pasar dalam waktu dekat.
Abdullah Dilawar
Peluang Bullish sangat bergantung pada disahkannya Undang-undang CLARITY untuk memberikan batasan hukum yang jelas antara SEC dan CFTC.