GoTo Konfirmasi Driver Aktif Hadiri Dialog Aspirasi Mitra Ojol dengan Wapres
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
02 Sep 2025
82 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Dialog antara pemerintah dan mitra pengemudi sangat penting untuk mendengar aspirasi mereka.
Gojek dan Grab berkomitmen untuk mendengarkan suara mitra pengemudi dan terlibat dalam diskusi konstruktif.
Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara platform transportasi online dan pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan bersama.
GoTo memastikan bahwa salah satu driver Gojek, Mohammad Rahman Tohir, yang mengikuti pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memang merupakan mitra aktif sejak 2015. Pertemuan ini diinisiasi oleh Kantor Wakil Presiden untuk menyampaikan aspirasi para pengemudi ojek online dari berbagai aplikasi.
Dalam dialog tersebut, mitra driver menyampaikan beberapa aspirasi penting seperti dukungan kepada keluarga driver yang meninggal dunia, mempererat solidaritas antar pengemudi, dan mengharapkan kondisi kerja yang aman serta damai. GoTo menyatakan sangat menghargai upaya pemerintah membuka ruang dialog seperti ini.
Selain GoTo, Grab Indonesia juga mengonfirmasi keterlibatan mitranya tanpa adanya kualifikasi khusus. Pihak Grab memilih mitra yang aktif dan berani menyuarakan pandangan, sehingga pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan yang benar-benar mewakili komunitas pengemudi.
Pertemuan yang diunggah di akun resmi Sekretariat Wakil Presiden mendapatkan perhatian publik luas setelah muncul isu di media sosial yang menyebut para pengemudi adalah fiktif atau tidak aktif. Pihak GoTo dan Grab sama-sama membantah dan memastikan bahwa semua peserta adalah mitra aktif dan terpercaya.
Dialog antara mitra driver dan Wakil Presiden ini menjadi momentum penting untuk mendengar secara langsung suara pengemudi ojol, yang diharapkan dapat menjadi fondasi untuk bekerja sama mencari solusi yang lebih baik demi masa depan transportasi online di Indonesia.
Analisis Ahli
Dr. Siti Aminah (Pengamat Transportasi)
Pertemuan ini menunjukkan kemajuan dalam hubungan antara pemerintah dan mitra driver yang sering kali menjadi kelompok yang kurang diperhatikan. Dialog langsung semacam ini dapat menjadi dasar bagi regulasi yang lebih humanis dan mendukung keberlanjutan ekosistem transportasi online.

