Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Vitamin di Hindia Belanda yang Mengubah Dunia Kesehatan

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (6mo ago) health-and-medicine (6mo ago)
01 Sep 2025
100 dibaca
2 menit
Penemuan Vitamin di Hindia Belanda yang Mengubah Dunia Kesehatan

Rangkuman 15 Detik

Penemuan Eijkman menunjukkan pentingnya gizi dalam kesehatan dan mengubah pemahaman tentang penyakit beri-beri.
Penelitian Eijkman dan Hopkins menjadi dasar penting dalam pengembangan ilmu gizi dan penemuan vitamin.
Hindia Belanda pernah menjadi pusat penelitian kedokteran yang menghasilkan temuan signifikan yang berdampak global.
Pada masa Hindia Belanda, penyakit beri-beri dianggap sebagai penyakit akibat infeksi bakteri. Selama ratusan tahun, para ilmuwan berusaha menemukan obat yang bisa membasmi bakteri penyebabnya. Namun, seorang dokter bernama Christiaan Eijkman yang bekerja di Batavia melakukan eksperimen yang mengubah pandangan ini. Eijkman memberi makan ayam dengan beras putih halus dan menemukan ayam-ayam tersebut mengalami gejala beri-beri seperti lemah dan gemetar. Saat pakan diganti dengan beras kasar, gejala itu hilang. Dari hasil ini, Eijkman menyimpulkan penyakit beri-beri disebabkan oleh kekurangan zat tertentu dalam makanan, bukan infeksi bakteri. Penemuan ini mengguncang ilmu kedokteran yang selama ini percaya pada teori lama. Meski Eijkman harus kembali ke Belanda dan tidak bisa melanjutkan penelitiannya, publikasi hasil risetnya menarik perhatian ilmuwan lain di seluruh dunia. Salah satu ilmuwan yang melanjutkan riset ini adalah Frederick Gowland Hopkins. Ia menemukan bahwa manusia dan hewan membutuhkan zat tryptophan dari protein yang tidak bisa diproduksi sendiri tubuh. Zat ini terdapat dalam beras kasar dan membantu mengatasi beri-beri. Pada tahun 1929, Christiaan Eijkman dan Frederick Gowland Hopkins dianugerahi Nobel bidang Kedokteran atas riset mereka yang menjadi dasar penting penemuan vitamin. Temuan ini menandai revolusi dalam memahami penyakit dan membantu mengatasi masalah kekurangan gizi di banyak negara, termasuk Hindia Belanda.

Analisis Ahli

Hans Pols
Penelitian Eijkman menunjukkan keunggulan metode eksperimental sederhana yang memberikan dasar kuat untuk memahami etiologi penyakit beri-beri sebagai defisiensi gizi, bukan infeksi.
Frederick Gowland Hopkins
Penemuan vitamin sebagai zat esensial yang harus diperoleh dari makanan mengubah secara fundamental ilmu gizi dan kedokteran modern.