Geoffrey Hinton Bahas Risiko AI dan Upaya Internasional Menaklukannya
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Sep 2025
83 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Geoffrey Hinton adalah tokoh kunci dalam pengembangan AI dan baru-baru ini memenangkan Hadiah Nobel.
Hinton meninggalkan Google untuk lebih bebas berbicara tentang risiko AI.
Pertemuan di China menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi risiko teknologi AI.
Geoffrey Hinton, sosok penting di dunia kecerdasan buatan, dikenal sebagai bapak AI karena inovasinya dalam model jaringan saraf yang meniru otak manusia. Karyanya telah membuka jalan bagi kemajuan teknologi pembelajaran mesin yang kini banyak digunakan di berbagai bidang.
Pada tahun 2024, Hinton meraih Nobel Fisika bersama John J. Hopfield atas kontribusi penting mereka dalam pengembangan model jaringan saraf. Gelar ini menegaskan pentingnya AI bukan hanya untuk teknologi tetapi juga sains dasar.
Setelah bergabung dengan Google Brain sejak 2013 dan menduduki posisi wakil presiden, Hinton memutuskan mundur pada 2023 agar ia bisa bebas berbicara tentang risiko AI. Ini menunjukkan kekhawatirannya terhadap dampak negatif yang mungkin timbul dari teknologi ini.
Baru-baru ini, ia melakukan perjalanan pertama kali ke China dan berbicara di World Artificial Intelligence Conference di Shanghai. Dalam konferensi ini, Hinton menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mengendalikan risiko AI yang semakin berkembang pesat.
Pandangan Hinton membuka mata kita bahwa pengembangan AI harus diimbangi dengan regulasi serta kerja sama lintas negara. Hal ini penting agar teknologi AI memberikan manfaat maksimal tanpa membahayakan keamanan dan kesejahteraan manusia.
Analisis Ahli
Yoshua Bengio
Sebagai salah satu pionir AI lainnya, saya setuju bahwa risiko AI harus serius ditangani dan regulasi internasional menjadi solusi terbaik untuk mencegah penyalahgunaan teknologi ini.Stuart Russell
Kita perlu segera mengembangkan AI yang selaras dengan nilai-nilai manusia dan memperketat pengawasan global agar tidak terjadi konsekuensi yang tidak diinginkan.
