Geoffrey Hinton Bicarakan Risiko AI dan Upaya Bersama Pengendalian Teknologi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Sep 2025
46 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Geoffrey Hinton adalah tokoh penting dalam perkembangan kecerdasan buatan.
Ada kekhawatiran serius tentang risiko yang ditimbulkan oleh teknologi AI.
Perlu adanya kolaborasi antara negara besar untuk mengatur dan mengendalikan teknologi AI.
Geoffrey Hinton dikenal sebagai "bapak pendiri AI" karena kontribusinya dalam mengembangkan model jaringan neural yang mengubah cara mesin belajar, yang mendasari teknologi AI saat ini.
Pada tahun 2024, Hinton menerima Penghargaan Nobel Fisika bersama John J. Hopfield, sebagai pengakuan atas penemuan dan pengaruh besar mereka dalam bidang komputasi cerdas.
Setelah bergabung dengan Google Brain pada 2013 dan menjadi wakil presiden, Hinton meninggalkan Google pada 2023 untuk bebas menyuarakan kekhawatirannya tentang risiko yang bisa muncul dari perkembangan AI yang cepat.
Pada Juni 2024, Hinton melakukan kunjungan pertama kalinya ke China dan berbicara di konferensi World Artificial Intelligence Conference di Shanghai, menunjukkan pentingnya dialog global dalam mengatur teknologi ini.
Melalui wawancara ini, Hinton menegaskan bahwa meskipun AI berpotensi besar, ada kebutuhan mendesak agar negara-negara besar bekerja sama untuk mengendalikan dan membatasi risiko demi masa depan yang aman.
Analisis Ahli
Stuart Russell
Penting bahwa pakar seperti Hinton menggunakan pengaruh mereka untuk menyuarakan risiko AI agar pengembangan teknologi ini tidak berakhir menimbulkan bahaya global yang sulit diatasi.
