Para Ahli Dunia Serukan Kerja Sama Internasional untuk Amankan Masa Depan AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Jul 2025
207 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kolaborasi internasional sangat penting dalam menangani risiko yang ditimbulkan oleh AI.
Geoffrey Hinton memperingatkan bahwa AI dapat menjadi berbahaya jika tidak dikelola dengan baik.
Perusahaan dan ahli di seluruh dunia perlu bekerja sama untuk menciptakan teknologi AI yang aman dan bermanfaat.
Para ilmuwan dan pemimpin bisnis dari Amerika Serikat dan China sedang menyuarakan kekhawatiran mereka tentang perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin cepat dan berisiko. Mereka menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menghindari potensi bahaya yang mungkin muncul.
Di sebuah konferensi AI di Shanghai, Geoffrey Hinton, seorang pemenang Nobel dan pelopor AI, mengusulkan pembentukan komunitas internasional yang fokus pada keselamatan AI agar teknologi ini dapat dilatih menjadi baik dan bermanfaat bagi manusia.
Hinton menggunakan perumpamaan AI sebagai 'anak harimau yang lucu' yang jika tidak dikendalikan dengan baik bisa menjadi berbahaya di masa depan. Dia menekankan bahwa tidak ada negara yang ingin AI mengambil alih kontrol dari manusia.
Dia juga membandingkan pentingnya kerja sama internasional untuk membatasi risiko AI dengan masa Perang Dingin ketika negara-negara besar bekerja sama untuk mencegah penyebaran senjata nuklir.
Sementara itu, Yan Junjie, CEO perusahaan AI bernama MiniMax di Shanghai, optimis bahwa kecerdasan umum buatan (AGI) akan menjadi kenyataan dan akan membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.
Analisis Ahli
Geoffrey Hinton
Menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk memastikan AI berkembang dengan aman dan bermanfaat, mengingat risiko AI yang bisa berbahaya jika tidak dikendalikan.Eric Schmidt
Memperingatkan tentang risiko yang mungkin timbul dari AI dan mendukung kolaborasi global agar teknologi ini dapat diatur dengan baik demi kepentingan kemanusiaan.
