Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Geoffrey Hinton Bahas Risiko AI dan Harapan Kerja Sama Global Mengendalikan Teknologi

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
01 Sep 2025
53 dibaca
2 menit
Geoffrey Hinton Bahas Risiko AI dan Harapan Kerja Sama Global Mengendalikan Teknologi

AI summary

Geoffrey Hinton adalah tokoh kunci dalam perkembangan AI dan baru-baru ini memenangkan Nobel Prize.
Hinton menekankan pentingnya membahas risiko yang terkait dengan teknologi AI.
Perjalanannya ke China menunjukkan upaya internasional untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan AI.
Geoffrey Hinton, yang dikenal sebagai bapak pendiri AI, baru-baru ini menerima Penghargaan Nobel Fisika 2024 atas karyanya dalam mengembangkan model jaringan saraf yang menjadi dasar teknologi pembelajaran mesin saat ini. Penghargaannya diberikan bersama John J. Hopfield dari Princeton University.Hinton pernah bekerja untuk Google Brain setelah Google mengakuisisi perusahaan yang ia dirikan bersama dua mahasiswa pascasarjana pada 2013. Ia kemudian menjadi wakil presiden di Google, namun meninggalkan perusahaan tersebut pada 2023 agar dapat berbicara bebas tentang ancaman yang mungkin muncul dari pengembangan AI yang tidak terkendali.Baru-baru ini, Hinton melakukan kunjungan pertamanya ke China dan berbicara di World Artificial Intelligence Conference yang diadakan di Shanghai. Hinton menyatakan bahwa kunjungan ini tertunda akibat masalah kesehatan pada punggungnya yang kini sudah membaik.Dalam wawancara, Hinton menekankan pentingnya kerja sama internasional, terutama antar negara besar, untuk mengatur pengembangan AI agar dapat meminimalisir risiko bagi masyarakat global. Ia menilai bahwa tanpa regulasi yang tepat, AI memiliki potensi bahaya yang cukup besar.Diskusi dan pemikiran Hinton mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengawasan dan etika yang ketat, sehingga inovasi bisa membawa manfaat tanpa mengorbankan keselamatan manusia dan stabilitas sosial.

Experts Analysis

Stuart Russell
Geoffrey Hinton telah mengubah cara kita melihat kecerdasan buatan, tapi tanpa pengawasan yang memadai, AI bisa mengancam banyak aspek kehidupan manusia.
Yoshua Bengio
Hinton adalah pionir sejati dalam AI yang membuka jalan untuk maju, dan sekarang fokusnya perlu bergeser ke tanggung jawab etis dalam pengembangan teknologi ini.
Editorial Note
Sebagai pakar AI, saya melihat bahwa langkah Geoffrey Hinton untuk berdiri di luar perusahaan besar dan secara terbuka membahas risiko AI adalah tindakan yang sangat diperlukan. Tanpa kesadaran dan aturan yang jelas, teknologi ini bisa menghadirkan bahaya sosial dan etika yang serius.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.