Trump Cabut Kontrol Ekspor Chip AI ke China, Nvidia dan AMD Diminta Bayar Komisi 15%
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Agt 2025
125 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pencabutan kontrol ekspor chip AI oleh AS menunjukkan dinamika perdagangan yang kompleks dengan China.
Nvidia dan AMD harus menavigasi kebijakan pemerintah AS yang baru sambil mempertimbangkan dampaknya terhadap bisnis mereka.
Ketidakpastian regulasi dapat memengaruhi keputusan perusahaan dalam penjualan produk di pasar internasional.
Presiden AS Donald Trump telah mencabut pembatasan ekspor chip AI ke China sebagai bagian dari negosiasi diplomatik, dengan syarat baru yang menetapkan bahwa perusahaan chip seperti Nvidia dan AMD harus menyetor 15% dari pendapatan mereka dari penjualan chip di China kepada pemerintah AS.
Nvidia, salah satu perusahaan chip terbesar, menunggu regulasi resmi terkait kewajiban pembayaran komisi ini. CFO Nvidia, Colette Kress, menyatakan bahwa mereka belum menerima dokumen yang mengkodifikasi persyaratan tersebut sehingga pihaknya belum melakukan pembayaran apa pun.
Nvidia berharap dapat melanjutkan penjualan chip H20 yang didesain khusus untuk pasar China tanpa harus membayar komisi 15% jika tidak ada regulasi yang resmi dan jelas dikeluarkan oleh pemerintah AS.
Perusahaan juga memperingatkan bahwa jika pemerintah AS memaksa mereka untuk menyetor komisi tersebut tanpa regulasi formal, hal ini dapat menimbulkan risiko hukum dan merugikan posisi kompetitif Nvidia di pasar, yang pada akhirnya akan menguntungkan pesaing lain yang tidak terkait dengan aturan tersebut.
Ketidakpastian ini membuat Nvidia tidak memasukkan produk H20 dalam panduan bisnis kuartal ketiganya, menandakan bahwa masa depan penjualan chip AI ke China masih belum jelas dan penuh tantangan.
Analisis Ahli
Colette Kress
Mengungkapkan pentingnya kepastian regulasi agar Nvidia bisa melanjutkan bisnis chip AI ke China tanpa hambatan dan risiko hukum yang merugikan.