Trump Minta Komisi 15% dari Penjualan Chip Nvidia ke China, Kontroversi Meluas
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
12 Agt 2025
118 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan Trump mengenai penjualan chip H20 kepada China menimbulkan kontroversi di kalangan pemangku kebijakan.
Ada kekhawatiran tentang implikasi keamanan nasional dari kebijakan pajak yang diterapkan pada ekspor teknologi.
Partai Republik dan Demokrat memiliki pandangan yang sama dalam menentang kebijakan yang dapat mengkompromikan keamanan nasional.
Presiden AS Donald Trump kembali menjadi pusat perhatian dengan kebijakan barunya terkait penjualan chip teknologi tinggi ke China. Setelah sebelumnya melarang ekspor chip Nvidia tipe H20, Trump kemudian mencabut larangan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan bisnis.
Kebijakan ini memuat ketentuan bahwa Nvidia dan perusahaan chip besar lain seperti AMD harus menyerahkan 15% dari pendapatan penjualan chip mereka ke pemerintah AS. Hal ini dianggap kontroversial karena menggabungkan aspek bisnis langsung dengan kebijakan keamanan nasional.
Trump juga mengindikasikan kemungkinan menjual chip Blackwell versi lebih rendah ke China, yang membuka peluang lebih lebar namun dengan batasan teknologi. Namun, langkah ini menimbulkan kritik kuat dari anggota Kongres dari kedua partai yang khawatir akan risiko keamanan negara.
Para politisi seperti John Moolenaar dan Raja Krishnamoorthi menilai kebijakan ini dapat mengubah prinsip dasar kontrol ekspor dan membuka jalan bagi mekanisme 'pay-for-play' yang berbahaya, serta melemahkan posisi keamanan AS secara keseluruhan.
Pemerintah AS sendiri menilai risiko keamanan dari pembukaan penjualan chip ini kecil, dan justru menganggap keuntungan dari terus menggunakan teknologi AS oleh perusahaan China. Namun, kontroversi ini akan berpotensi memperketat regulasi di masa depan.
Analisis Ahli
John Moolenaar
Kontrol ekspor adalah mekanisme defensif utama untuk keamanan nasional dan tidak boleh dikesampingkan demi keuntungan bisnis semata.Raja Krishnamoorthi
Memanfaatkan keamanan nasional sebagai barang dagangan dapat melemahkan posisi AS di mata sekutu dan musuh, serta merusak integritas kebijakan keamanan.