Dua Warga China Ditangkap di AS karena Selundupkan Chip AI Canggih Nvidia
Teknologi
Keamanan Siber
28 Agt 2025
184 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penyelundupan chip AI telah menjadi isu serius yang dihadapi oleh pemerintah AS.
Pentingnya kontrol ekspor untuk mencegah teknologi canggih jatuh ke tangan yang salah.
Nvidia menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan pengendalian ekspor AS.
Dua warga negara China, Chuan Geng dan Shiwei Yang, ditangkap di Amerika Serikat karena terlibat dalam penyelundupan chip AI canggih ke China tanpa izin yang sah. Penangkapan ini terjadi dalam rangka menegakkan kontrol ekspor yang diterapkan AS untuk membatasi akses teknologi canggih ke China.
Salah satu chip yang diselundupkan adalah Nvidia H100, sebuah chip AI tercanggih yang sudah masuk dalam kontrol ekspor AS sejak 2022. Pengiriman chip ini dilakukan dari Oktober 2022 hingga Juli 2025 menggunakan jalur pengiriman lewat Malaysia dan Singapura untuk menghindari aturan ekspor.
Geng dan Yang mendirikan perusahaan bernama ALX Solutions di California, yang berperan sebagai perantara pengiriman chip tersebut. Perusahaan ini menerima pembayaran dari entitas di Hong Kong dan China, bukan dari perusahaan tujuan resmi pengiriman barang.
Nvidia sendiri membantah terjadinya penyelundupan melalui produk mereka karena hanya menjual produk kepada mitra resmi dan selalu memastikan kepatuhan pada aturan pengendalian ekspor AS, termasuk pengawasan ketat terhadap eksportir kecil dan pengiriman kecil.
Kasus ini menjadi sorotan serius karena menunjukkan tantangan besar dalam menegakkan kontrol ekspor teknologi canggih dan perlunya pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran teknologi sensitif ke negara yang menjadi saingan strategis Amerika Serikat.
Analisis Ahli
Andreas Schmidt (Pakar Keamanan Siber)
Kasus ini menyoroti bagaimana teknologi tinggi seperti chip AI menjadi target utama penyelundupan dalam konteks geopolitik saat ini, dan pentingnya koordinasi internasional untuk menutup celah hukum.