Nvidia Hadapi Tantangan, Pendapatan dari China Turun Signifikan
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
28 Agt 2025
215 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia mengalami penurunan pendapatan dari pasar China yang signifikan.
Chip H20 yang dirancang untuk pasar China tidak terjual karena regulasi yang ketat.
CEO Nvidia menganggap pasar China sebagai peluang besar meskipun menghadapi tantangan.
Nvidia melaporkan hasil keuangan kuartalan yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan 56 persen mencapai Rp 779.89 triliun (US$46,7 miliar) . Namun, pendapatan dari pasar China dan Hong Kong menurun sebesar 24 persen menjadi Rp 46.76 triliun (US$2,8 miliar) pada periode yang sama.
Penjualan chip H20 yang khusus dikembangkan untuk pasar China terhenti pada kuartal ini, padahal pada kuartal sebelumnya memberikan pendapatan sebesar Rp 76.82 triliun (US$4,6 miliar) . Penyebabnya adalah tekanan regulasi dari Amerika Serikat dan kekhawatiran keamanan dari pemerintah China.
Perusahaan belum melanjutkan pengiriman chip H20 meskipun ada izin dari AS, karena adanya permintaan pembagian pendapatan sebesar 15 persen dari pemerintah AS tanpa regulasi yang jelas. Sementara pemerintah China meragukan keamanan produk Nvidia dan mencurigai adanya celah keamanan.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa GPU mereka tidak mengandung backdoor dan tetap melihat pasar China sebagai peluang bisnis yang sangat besar, diperkirakan mencapai Rp 835.00 triliun (US$50 miliar) tahun ini. Hal ini menunjukkan pentingnya pasar China bagi Nvidia meskipun ada hambatan.
Akibat tantangan ini, saham Nvidia turun lebih dari 5 persen setelah jam perdagangan, meski pada penutupan pasar sahamnya cenderung stabil. Situasi ini menggambarkan risiko geopolitik yang harus dihadapi perusahaan teknologi multinasional dalam operasinya.
Analisis Ahli
Jensen Huang
Pasar China tetap menjadi peluang besar bagi Nvidia, meskipun ada tantangan regulasi, kami optimis dapat menemukan solusi agar bisnis ini tumbuh kembali.Analis Pasar Teknologi
Tekanan regulasi adalah hambatan signifikan, dan Nvidia harus memperkuat hubungan dengan kedua pemerintah serta meningkatkan transparansi produk untuk memulihkan kepercayaan pasar.

