Nvidia Optimis Hadapi Tekanan China dengan Perluas Pasar AI dan Teknologinya
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Mei 2025
34 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia mengalami penurunan pendapatan di China tetapi memiliki proyeksi pendapatan yang positif.
Perusahaan ini berusaha untuk meningkatkan produksi dan memperkenalkan desain semikonduktor baru.
Transformasi ekonomi yang diharapkan melalui infrastruktur AI dianggap sebagai revolusi industri baru oleh CEO Nvidia.
Nvidia, perusahaan chip terbesar di dunia, sedang menghadapi tekanan besar dari pasar China yang menurun akibat aturan kontrol ekspor ketat. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan pendapatan sekitar 8 miliar dolar AS dari negeri tersebut.
Meski mendapat kendala di China, Nvidia tetap percaya diri dengan memperkirakan penjualan sekitar 45 miliar dolar AS untuk kuartal kedua tahun fiskal yang berjalan sampai Juli. Ini menunjukkan kekuatan bisnis Nvidia yang tetap solid.
Nvidia sedang meningkatkan produksi untuk chip terbaru mereka yang bernama Blackwell, yang dirancang khusus untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Produk ini menjadi tulang punggung mereka dalam pasar akselerator AI yang terus berkembang.
Tidak hanya jual chip sendiri, Nvidia juga mulai menjual chip mereka sebagai bagian dari sistem komputer lengkap. Strategi ini bertujuan mempercepat penggunaan teknologi AI yang semakin kompleks dan kuat di berbagai industri.
CEO Nvidia, Jensen Huang, percaya bahwa infrastruktur AI yang mereka kembangkan akan merevolusi ekonomi global dan membuka era baru revolusi industri yang berbasis teknologi canggih dan kecerdasan buatan.

