Telkom Dorong Bisnis Data Center untuk Kurangi Ketergantungan pada Telkomsel
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Agt 2025
250 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
PT Telkom berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis data center untuk mengurangi ketergantungan pada Telkomsel.
Pertumbuhan pendapatan dari bisnis data center mencapai 30 persen per tahun berkat transformasi digital dan peningkatan kebutuhan konektivitas.
Tantangan dan peluang baru muncul dalam ekosistem digital yang semakin konvergen, memaksa Telkom untuk beradaptasi dan tetap relevan.
PT Telkom Indonesia sedang berupaya mengurangi ketergantungan pendapatannya pada Telkomsel dengan cara meningkatkan kontribusi dari bisnis data center. Saat ini, sekitar 70 persen pendapatan Telkom Group masih berasal dari Telkomsel, tetapi Telkom ingin mengubahnya menjadi lebih beragam.
Menurut Direktur Wholesale dan International Services Telkom, Honesti Basyir, pendapatan dari bisnis data center tumbuh sangat cepat, yaitu sekitar 30 persen per tahun. Telkom saat ini mengoperasikan 35 data center di dalam maupun luar negeri dengan skala yang bervariasi, mulai dari hyperscale hingga skala lebih kecil di puluhan kota di Indonesia.
Dalam konferensi Bali Annual Telkom International Summit (Batic) 2025, CEO Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI dan layanan cloud mempercepat pertumbuhan trafik internet sehingga mendorong kebutuhan kapasitas dan konektivitas data center secara signifikan.
Selain itu, konvergensi antara jaringan, platform, dan layanan digital menciptakan ekosistem baru yang menawarkan peluang pendapatan baru bagi pemain telekomunikasi seperti Telkom. Namun, hal ini juga menuntut Telkom untuk selalu adaptif dan lincah agar tetap relevan di mata pengguna dan klien.
Telkom berharap dengan fokus pada transformasi digital dan pengembangan jasa data center, mereka dapat memperkuat bisnis di sektor baru yang lebih berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari layanan seluler yang selama ini dominan.
Analisis Ahli
Dian Siswarini
Transformasi di bidang AI dan cloud memicu lonjakan trafik internet yang berkali-kali lipat, mendorong kebutuhan infrastruktur digital yang sangat besar.
