Peninggian Gunung Batu Tanda Aktifnya Sesar Lembang, Perlu Mitigasi Segera
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Agt 2025
146 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Gunung Batu mengalami peningkatan tinggi akibat aktivitas Sesar Lembang.
Mitigasi terhadap potensi bahaya Sesar Lembang perlu dilakukan secara serius oleh pemerintah.
Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif yang dapat mempengaruhi wilayah besar di sekitar Bandung.
Gunung Batu yang terletak di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengalami peninggian karena aktivitas tektonik dari Sesar Lembang. Sesuai penelitian, gunung ini bergeser secara vertikal hingga sekitar 40 sentimeter akibat pergerakan sesar yang kuat.
Sesar Lembang adalah salah satu dari 81 sesar aktif di Indonesia dan membentang sepanjang 29 kilometer mulai dari Kecamatan Padalarang hingga Kecamatan Cilengkrang. Kecepatan pergerakan sesar ini tercatat sekitar 6 milimeter per tahun, menunjukkan aktivitas tektoniknya masih cukup tinggi.
Sesar ini memiliki enam segmen patahan berbeda, yaitu Cimeta, Cipogor, Cihideung, Gunung Batu, Cikapundung, dan Batu Lonceng. Pergeseran ini memiliki dampak signifikan terhadap wilayah sekitar seperti Cimahi, Bandung Barat, dan Bandung kota.
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa pergeseran ini mungkin terjadi akibat gempa bumi dengan kekuatan antara magnitudo 6,5 hingga 7, menandakan ancaman gempa potensial yang serius bagi wilayah tersebut.
Karena potensi bahaya yang besar, pemerintah diingatkan untuk melakukan mitigasi bencana secara berkala dan menyiapkan anggaran fiskal dalam rangka menghadapi risiko gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja di masa depan.
Analisis Ahli
Mudrik Rahmawan Daryono
Pergeseran vertikal 40 sentimeter dan kemungkinan gempa magnitudo 6,5-7 merupakan bukti nyata aktivitas sesar Lembang yang terus bergerak dan menimbulkan potensi bahaya besar bagi wilayah sekitar.

