AI summary
Cisco Systems berfokus pada penerapan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas di seluruh organisasi. Pentingnya kolaborasi antara manajemen dan karyawan dalam mengadopsi teknologi baru. Inovasi berkelanjutan dalam AI dapat mengubah cara karyawan berinteraksi dengan teknologi. Cisco Systems sedang melakukan transformasi besar dalam cara mereka menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk mendukung ribuan pekerjanya, terutama dalam departemen teknologi informasi. CIO Fletcher Previn fokus pada pemberian akses yang lebih luas untuk alat pengkodean AI seperti Cursor, Windsurf, dan GitHub Copilot kepada para pengembang untuk meningkatkan efisiensi mereka.Sekitar 70% dari total 20.000 pengembang di Cisco telah menggunakan alat-alat AI dalam pengkodean setidaknya sekali setiap bulan. Meskipun tingkat penerimaan kode AI saat ini masih sekitar 24%, angka ini telah mengalami peningkatan signifikan dari 4% pada tahun sebelumnya, menunjukkan perkembangan kemajuan teknologi serta adaptasi yang semakin baik oleh para pengembang.Selain untuk pengembangan kode, Cisco juga menggunakan AI dalam proses onboarding karyawan baru untuk menyesuaikan perangkat dan perangkat lunak yang dibutuhkan sesuai peran mereka. AI juga diterapkan dalam perencanaan pembaruan perangkat keras, seperti meningkatkan efisiensi dalam memutuskan kapan laptop perlu diganti berdasarkan analisis performa dan kondisi perangkat.Previn menekankan pentingnya menciptakan ruang kerja yang aman secara emosional agar karyawan bisa berinovasi dan bereksperimen dengan cepat tanpa takut gagal. Struktur tim kecil yang mandiri dan lintas fungsi juga membantu meminimalkan kehilangan produktivitas akibat pembentukan tim yang sering berubah-ubah untuk proyek tertentu.Cisco bahkan menciptakan asisten digital AI internal bernama CIRCUIT yang dapat membantu karyawan mencari dan memahami informasi dengan cepat melalui pemahaman konteks dan niat pengguna. Hal ini menandai kemajuan dalam bagaimana teknologi AI digunakan secara praktis untuk meningkatkan pengalaman kerja dan produktivitas di perusahaan.
Pendekatan kolaboratif Previn antara top-down dan bottom-up adalah strategi jitu untuk menjembatani harapan manajemen dan kebutuhan pekerja dalam mengadopsi AI. Namun, tantangan terbesar terletak pada pelatihan ulang tenaga kerja dan pengelolaan biaya yang tetap seimbang dengan kemajuan teknologi tanpa mengorbankan kualitas pengalaman karyawan.