AI summary
Penemuan Spicomellus afer mengubah pemahaman tentang evolusi ankylosaur. Duri dan pelat yang kompleks menunjukkan adaptasi awal yang belum pernah terlihat sebelumnya di dinosaurus. Studi ini menyoroti pentingnya penelitian tentang dinosaurus di Afrika dan potensi penemuan lebih lanjut di wilayah tersebut. Para ilmuwan dari Inggris dan Maroko menemukan fosil Spicomellus afer, dinosaurus bertulang pelindung tertua yang ditemukan di Afrika, berusia lebih dari 165 juta tahun. Fosil ini berasal dari zaman Jurassic Tengah dan ditemukan di daerah sekitar kota Boulemane, Maroko.Spicomellus afer memiliki duri-duri besar yang menempel pada tulang rusuknya, sebuah ciri unik yang belum pernah ada pada vertebrata lain. Duri-duri ini cukup panjang, mencapai sekitar 87 cm dan muncul dari kerah tulang yang mengelilingi lehernya.Selain duri-duri di leher, Spicomellus juga memiliki pelindung tulang dan duri yang tersebar di seluruh tubuh, termasuk duri besar di atas pinggul dan pelat pelindung di bahu, menjadikannya makhluk yang sangat berbeda dari ankilosaurus lainnya.Spicomellus juga menunjukkan bukti awal senjata ekor seperti pentungan, fitur yang sebelumnya dikira muncul jutaan tahun kemudian di ankilosaurus lain. Penemuan ini mengindikasikan bahwa banyak adaptasi penting ankilosaurus muncul lebih awal dari yang kita duga.Para peneliti percaya duri-duri besar pada Spicomellus mungkin digunakan untuk menarik pasangan atau mengintimidasi kompetitor daripada hanya untuk pertahanan, berbeda dengan ankilosaurus lain yang lebih mengutamakan pelindung untuk melindungi dari predator besar masa Cretaceous.
Penemuan Spicomellus afer benar-benar membuka babak baru dalam studi ankilosaurus, menunjukkan bahwa evolusi fitur kompleks tidak terjadi secara linear. Ini mengingatkan kita bahwa fosil yang ditemukan di luar Eropa dan Amerika Utara dapat mengubah banyak asumsi lama tentang dinamika evolusi dinosaurus.