Temu Kembali Banjiri Pasar AS dengan Barang Murah Setelah Kesepakatan Dagang
Finansial
Kebijakan Fiskal
27 Agt 2025
121 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Temu kembali mengirimkan barang-barang murah dari China ke AS setelah kesepakatan dagang.
Kesepakatan tersebut meliputi pemangkasan tarif untuk produk asal China dalam jangka waktu tertentu.
Pencabutan aturan de minimis exemption akan berdampak pada biaya barang murah yang masuk ke AS.
Platform e-commerce Temu kembali mengirim barang murah langsung dari pabrik di China ke konsumen di Amerika Serikat setelah adanya kesepakatan dagang sementara yang mengurangi tarif bea masuk. Kebijakan ini memberikan angin segar bagi bisnis Temu yang sempat terpukul akibat aturan tarif yang ketat dari pemerintah AS sebelumnya.
Temu juga mulai menggunakan skema 'fully managed shipments' sejak Juli, yang membuat mereka mengelola seluruh proses logistik dan bea cukai sehingga pemasok dapat lebih mudah menjual produk tanpa harus memikirkan hal teknis impor. Hal ini mendukung efisiensi pengiriman dan membantu menjaga harga tetap rendah.
Kesepakatan dagang antara Washington dan Beijing yang disepakati Mei lalu menurunkan tarif tambahan menjadi 30% selama 90 hari dan mengurangi bea untuk paket kecil menjadi 54%. Namun pada 29 Agustus, AS berencana menghapus pengecualian bea cukai untuk semua negara yang berpotensi menaikkan harga paket kecil secara signifikan.
Aturan de minimis exemption yang dicabut pada April menyebabkan barang kecil dari China dikenakan tarif lebih dari 100%, yang sangat merugikan platform seperti Temu yang bergantung pada pengiriman produk murah tanpa pajak. Dengan adanya gencatan dagang, Temu bisa beroperasi lebih lancar sementara waktu.
Menurut Sheng Lu, kenaikan tarif secara menyeluruh memaksa merek dan peritel biasa menaikkan harga, sehingga tekanan harga pada Temu dan platform serupa seperti Shein berkurang. Namun penghapusan pengecualian de minimis di masa depan akan kembali menantang model bisnis mereka.
Analisis Ahli
Sheng Lu
Kenaikan tarif secara menyeluruh memaksa merek dan peritel biasa menaikkan harga, sehingga justru mengurangi tekanan harga yang dihadapi oleh platform seperti Temu dan Shein.

