Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

TikTok Pangkas Ratusan Moderator Demi Maksimalkan AI dalam Moderasi Konten

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
27 Agt 2025
231 dibaca
2 menit
TikTok Pangkas Ratusan Moderator Demi Maksimalkan AI dalam Moderasi Konten

Rangkuman 15 Detik

TikTok memangkas ratusan pekerjaan moderator konten sebagai bagian dari reorganisasi.
Perusahaan beralih ke kecerdasan buatan untuk moderasi konten, yang mengundang kritik dari serikat pekerja.
Pendapatan TikTok di Inggris dan Eropa meningkat meskipun terjadi pemangkasan pekerjaan.
TikTok mengumumkan akan memangkas ratusan posisi moderator konten di beberapa wilayah seperti Inggris, Asia Selatan, dan Asia Tenggara sebagai bagian dari reorganisasi global. Pemangkasan terutama terjadi pada tim trust and safety yang bertugas menjaga keamanan konten di platform tersebut. Perusahaan mengungkapkan langkah tersebut dilakukan untuk memusatkan operasi di lokasi lebih sedikit dan mempercepat efektivitas moderasi dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang. Meskipun sebagian tim trust and safety tetap ada, sebagian pekerjaan akan dialihkan ke kantor di Eropa dan vendor pihak ketiga. TikTok menyatakan bahwa saat ini lebih dari 85% konten yang melanggar pedoman komunitas berhasil diidentifikasi dan dihapus secara otomatis oleh sistem AI. Kebijakan ini menunjukkan pergeseran perusahaan dalam memanfaatkan teknologi daripada mengandalkan tenaga manusia. Namun, keputusan ini memicu kritik dari serikat pekerja yang menilai penggantian moderator manusia dengan AI dapat membahayakan keselamatan pengguna TikTok. Serikat pekerja juga mengkhawatirkan kualitas pengawasan konten yang menurun akibat berkurangnya tenaga manusia di lapangan. Meskipun melakukan efisiensi dan pemangkasan tenaga kerja, bisnis TikTok tetap mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan di Inggris dan Eropa. Laporan keuangan menunjukkan pendapatan meningkat 38% menjadi 6,3 miliar dolar AS pada 2024, sementara kerugian operasional turun drastis.

Analisis Ahli

John Chadfield
Penggantian moderator manusia dengan AI yang belum matang sangat berisiko bagi keselamatan jutaan pengguna dan pekerja sudah lama memperingatkan bahaya ini.