Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pendapatan TikTok Meningkat, Namun Tekanan Regulasi di Eropa Meningkat Juga

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (7mo ago) cyber-security (7mo ago)
25 Agt 2025
279 dibaca
2 menit
Pendapatan TikTok Meningkat, Namun Tekanan Regulasi di Eropa Meningkat Juga

Rangkuman 15 Detik

Pendapatan TikTok di Eropa meningkat meskipun ada ancaman pemblokiran di AS.
TikTok menghadapi berbagai tuntutan hukum dari otoritas Eropa terkait data dan keamanan.
Inisiatif Project Clover diluncurkan untuk memperkuat keamanan data pengguna di Eropa.
TikTok, aplikasi populer milik ByteDance dari China, terus meraih kesuksesan besar di pasar Eropa, Inggris, dan Amerika Latin. Pendapatan mereka naik sebesar 38% mencapai Rp 105.21 triliun (US$6,3 miliar) , menunjukkan antusiasme pengguna yang semakin besar meskipun menghadapi berbagai tantangan dari pemerintah di beberapa negara. Selain pendapatan yang tumbuh, TikTok juga berhasil mengurangi kerugiannya secara signifikan. Kerugian sebelum pajak turun dari Rp 24.55 triliun (US$1,47 miliar) menjadi Rp 10.29 triliun (US$616 juta) pada tahun 2024. Ini menandakan bahwa perusahaan mulai berada di jalur yang lebih stabil secara finansial. Namun, di Amerika Serikat, TikTok masih terancam diblokir jika ByteDance tidak menjual operasional aplikasi tersebut di sana. Perintah pemblokiran ini sudah beberapa kali ditangguhkan oleh Presiden Donald Trump, tetapi ketidakpastian tetap menyelimuti masa depan TikTok di AS. Di sisi lain, di Eropa, TikTok disorot oleh berbagai otoritas karena diduga gagal mengelola risiko keamanan data, terutama yang berkaitan dengan pemilu dan perlindungan anak. TikTok menghadapi tuntutan hukum, denda besar, dan penyelidikan dari regulator negara-negara seperti Inggris, Spanyol, Perancis, dan Irlandia. Untuk mengatasi isu-isu ini, TikTok meluncurkan Project Clover dan membuka pusat data di Norwegia, serta merencanakan pembangunan pusat data kedua di Finlandia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan memastikan keamanan data pengguna terutama di wilayah Eropa.

Analisis Ahli

Dr. Iwan Gunawan (Ahli Teknologi Informasi)
TikTok harus terus berinovasi dalam langkah keamanan dan transparansi data agar mampu mempertahankan basis penggunanya di Eropa, sambil menyesuaikan diri dengan regulasi yang kian ketat.