Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Eropa Pertimbangkan Blockchain Publik Untuk Euro Digital Hadapi Tekanan AS

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
27 Agt 2025
1445 dibaca
2 menit
Eropa Pertimbangkan Blockchain Publik Untuk Euro Digital Hadapi Tekanan AS

TLDR

Penerapan euro digital di blockchain publik dapat memperluas akses dan integrasi dengan ekonomi kripto.
Privasi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi tantangan besar dalam penerapan euro digital.
Legislasi seperti GENIUS Act di AS mempengaruhi langkah Eropa dalam mengembangkan sistem pembayaran digital.
Eropa sedang dalam diskusi untuk mengeluarkan euro digital menggunakan blockchain publik seperti Ethereum dan Solana, berbeda dari rencana awal yang hanya menggunakan sistem tertutup. Langkah ini didorong oleh undang-undang stablecoin baru yang diterapkan di Amerika Serikat yang memberikan keuntungan bagi token dolar digital dalam persaingan global.Ram Kumar dari OpenLedger menjelaskan bahwa penggunaan blockchain publik akan memperluas penggunaan euro digital secara signifikan. Blockchain ini memungkinkan euro digital langsung digunakan dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), berbagai dompet digital global, dan bahkan pembayaran lintas negara tanpa perlu mengembangkan infrastruktur baru dari awal.Ethereum menawarkan fitur pemrograman yang lengkap dan ekosistem pengembang yang besar, sementara Solana memberikan biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi yang cocok untuk pembayaran berskala konsumen. Kedua platform ini juga dapat meningkatkan visibilitas euro di luar Eropa, yang sulit dicapai dengan sistem tertutup milik negara.Namun, ada risiko besar dari penggunaan blockchain publik, terutama soal privasi data karena bertentangan dengan regulasi Eropa seperti GDPR yang menjamin hak penghapusan data. Selain itu, isu teknis seperti keterbatasan skalabilitas Ethereum dan catatan reliabilitas Solana serta kontrol negara yang terbatas atas validator dan upgrade menjadi perhatian penting.ECB juga khawatir jika euro digital terlalu mudah diakses, maka dana masyarakat bisa pindah dari bank konvensional ke token digital, yang berpotensi mengganggu stabilitas finansial. Meski begitu, ECB memperkirakan euro digital bisa siap digunakan dalam dua sampai tiga tahun setelah regulasi disahkan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.