Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Uni Eropa Siap Luncurkan Euro Digital Di Blockchain Publik Untuk Lawan Dominasi Dolar

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
23 Agt 2025
1376 dibaca
2 menit
Uni Eropa Siap Luncurkan Euro Digital Di Blockchain Publik Untuk Lawan Dominasi Dolar

TLDR

Pertumbuhan stablecoin dolar memicu Uni Eropa untuk mempercepat pengembangan euro digital.
ECB mempertimbangkan penggunaan teknologi blockchain publik untuk euro digital meskipun ada kekhawatiran tentang privasi.
Genius Act di AS dapat memengaruhi stabilitas moneter dan kemandirian finansial Eropa.
Setelah Amerika Serikat mengesahkan Genius Act yang mempermudah korporasi besar menciptakan stablecoin yang dipatok dengan dolar AS, Uni Eropa merasa khawatir hal ini dapat mengancam kedaulatan mata uang euro. Oleh karena itu, para pejabat Uni Eropa mulai mempertimbangkan untuk meluncurkan euro digital menggunakan teknologi blockchain publik seperti Ethereum atau Solana.Sebelumnya, rencana euro digital berfokus pada jaringan privat karena kekhawatiran akan privasi pengguna dan risiko pengawasan. Namun, perubahan kebijakan terjadi setelah pemerintah AS mengesahkan Genius Act yang dianggap mendukung berkembangnya stablecoin berbasis dolar AS.Pierre Gramegna, yang memimpin European Stability Mechanism, memperingatkan bahwa keberhasilan stablecoin dolar bisa mempengaruhi stabilitas keuangan Eropa dan menyerukan agar digital euro segera direalisasikan. Hal ini juga didukung oleh sejumlah pejabat Uni Eropa yang ingin mempercepat pengembangan mata uang digital mereka.Meskipun peluncuran di blockchain publik menimbulkan kekhawatiran soal data pribadi dan pengawasan, ECB memastikan tidak akan mengakses informasi pengguna secara langsung. Data tetap akan dikelola oleh bank komersial yang ditunjuk untuk hosting digital euro. Sementara itu, di AS, beberapa anggota parlemen berupaya menghentikan penerbitan mata uang digital oleh Federal Reserve.Secara keseluruhan, Uni Eropa berusaha menggunakan euro digital untuk meningkatkan kedaulatan finansial dan bersaing dengan dominasi teknologi pembayaran besar dari Amerika Serikat. Namun, isu privasi dan pengawasan digital tetap menjadi perhatian utama yang harus dijawab agar publik menerima mata uang digital ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.