TLDR
Sistem ATARS akan meningkatkan pelatihan pilot dengan memberikan simulasi ancaman yang realistis. Red 6 menjadi pelopor dalam integrasi teknologi pelatihan ke dalam pesawat tempur operasional. Pelatihan penerbangan militer akan semakin efisien dan efektif berkat penggunaan teknologi augmented reality. Pesawat tempur F-16 dari Angkatan Udara Amerika Serikat akan mendapatkan upgrade baru berupa sistem pelatihan yang memakai teknologi augmented reality bernama ATARS. Sistem ini mampu memproyeksikan musuh-musuh virtual ke dalam helm pilot untuk menciptakan simulasi pertempuran yang realistis selama mereka terbang.Sistem ATARS dipasang langsung di dalam kokpit dan diciptakan oleh perusahaan Red 6 yang berbasis di Orlando, Florida. Dengan kontrak resmi dari Angkatan Udara AS, Red 6 akan memperluas penggunaan teknologi ini di pesawat-pesawat operasional, dimulai dari F-16.ATARS memungkinkan pilot untuk menghadapi musuh virtual yang cerdas dan melakukan manuver secara real-time, sehingga latihan menjadi lebih intens dan dapat diulang sesuai kebutuhan. Teknologi ini juga mendukung pelatihan di ruang udara yang terbatas tanpa mengorbankan keamanan atau kualitas pelatihan.Sebelumnya, sistem ini telah berhasil digunakan di beberapa jenis pesawat seperti T-38 Talon dan MC-130, serta pesawat tempur Hawk T-2 dari Angkatan Udara Inggris. Red 6 juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar di bidang teknologi dan penerbangan.Teknologi yang dipakai dalam ATARS sangat unggul dari segi kecerahan dan ketahanan di luar ruangan, bahkan di kecepatan tinggi. Ini menjadi terobosan karena belum ada alat augmented reality yang dapat menampilkan aset virtual secara nyata di lingkungan outdoor dengan kondisi serupa.