Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Perusahaan Dorong Kembali ke Kantor Meski Fleksibilitas Dicari

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
News Publisher
25 Agt 2025
253 dibaca
2 menit
Mengapa Perusahaan Dorong Kembali ke Kantor Meski Fleksibilitas Dicari

AI summary

Interaksi sosial dan kolaborasi di kantor sangat penting untuk keberhasilan pekerjaan.
Pekerjaan jarak jauh dapat menyebabkan keterasingan dan jaringan sosial yang menyusut.
Perusahaan perlu beradaptasi dan mengelola pengaturan kerja hybrid dengan lebih baik untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Empat tahun setelah pandemi membuat banyak pekerja beralih ke kerja dari rumah, banyak perusahaan kini ingin memulihkan kerja di kantor. Mereka melihat bahwa sistem kerja hybrid dan remote yang sebelumnya dianggap sukses ternyata memiliki banyak kendala yang mulai terlihat ketika bisnis kembali normal.Peter Cappelli, profesor manajemen dari Wharton School, menjelaskan bahwa masalah terbesar kerja hybrid adalah rendahnya kehadiran karyawan pada hari yang telah dijadwalkan untuk ke kantor. Hal itu membuat produktivitas dan interaksi sosial yang penting menjadi sulit dicapai tanpa pengelolaan yang ketat dari manajer.Manfaat utama dari kehadiran fisik di kantor adalah kesempatan belajar dari interaksi langsung dan pengawasan yang tidak mungkin didapat dari rumah. Karyawan terutama yang baru memulai karir akan kehilangan banyak hal penting jika tidak pernah berada di kantor, seperti membangun jejaring dan memahami budaya perusahaan secara langsung.Selain itu, kerja remote cenderung menambah waktu rapat yang tidak efisien dan membuat jejaring sosial menyusut, yang berkontribusi pada rasa kesepian dan berkurangnya motivasi. Karenanya, kerja remote membutuhkan aturan dan manajemen khusus agar tidak berdampak negatif.Ke depan, perusahaan akan lebih fokus pada kerja di kantor atau hybrid dengan pengaturan ketat. Bagi pekerja terutama pemula karir, disarankan untuk memilih kerja di kantor agar bisa lebih mudah mengembangkan diri dan menjaga posisi pekerjaan mereka.

Experts Analysis

Peter Cappelli
Kerja hybrid dan remote bukan solusi tanpa kendala, membutuhkan usaha manajemen ekstra agar efektif dan berdampak positif bagi bisnis dan karyawan.
Editorial Note
Pendekatan fleksibilitas kerja memang diperlukan, tapi perusahaan harus sadar bahwa tanpa manajemen yang tegas, hybrid seringkali gagal membangun budaya dan produktivitas. Jika tidak diatur dengan baik, model remote juga bisa menyebabkan kerugian sosial dan profesional jangka panjang bagi karyawan terutama yang baru memulai karir.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.