General Fusion Dapat Pendanaan Baru Senilai 22 Juta Dolar untuk Terus Kembangkan Energi Fusi Nuklir
Sains
Fisika dan Kimia
22 Agt 2025
200 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
General Fusion mendapatkan pendanaan baru yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan pengembangan teknologi fusi nuklir.
Prototipe LM26 diharapkan dapat membantu mencapai breakeven ilmiah dan mempercepat jalur menuju reaktor komersial.
Perusahaan terus berupaya untuk mengamankan dukungan finansial dan membangun kemitraan strategis di tengah tantangan finansial.
General Fusion, perusahaan startup asal Kanada yang mengembangkan teknologi energi fusi nuklir, mendapat suntikan dana sebesar 22 juta dolar AS. Suntikan dana ini datang setelah kondisi keuangan perusahaan sempat berada di titik terendah hingga harus melakukan pemutusan hubungan kerja pada beberapa karyawannya. CEO perusahaan, Greg Twinney, sempat menulis surat terbuka untuk meminta bantuan dana agar proyek mereka tetap berjalan.
Sebelumnya, General Fusion telah membuat prototipe setengah skala reaktor nuklir yang bernama Lawson Machine 26 (LM26). Prototipe ini menggunakan teknologi magnetized target fusion yang diharapkan dapat mencapai titik scientific breakeven pada sekitar tahun 2026. Scientific breakeven adalah kondisi dimana energi yang dihasilkan dari reaksi fusi sama dengan energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi tersebut.
Teknologi yang dikembangkan melibatkan penggunaan bahan bakar seperti deuterium dan kompresi elektromagnetik pada pelapis lithium cair yang ditekan dari luar menggunakan piston yang digerakkan oleh uap. Kombinasi medan magnet dan tekanan dari pelapis lithium tersebut diharapkan bisa menghasilkan plasma yang cukup panas dan padat untuk memulai reaksi fusi di dalam reaktor.
Dana baru ini juga memungkinkan General Fusion untuk tetap melanjutkan pengembangan teknologinya sekaligus memperkuat kepemimpinan perusahaan dengan menambah anggota baru di dewan direksi. Investor utama dalam putaran pendanaan ini adalah Segra Capital dan PenderFund. Perusahaan juga berencana untuk terus mencari pendanaan lebih lanjut agar target komersialisasi energi fusi di tahun 2030-an bisa tercapai.
LM26 saat ini sedang dibangun di Richmond, Kanada, dan data dari mesin ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan mesin fusi generasi berikutnya yang rencananya akan dibangun di Inggris. Dengan adanya pendanaan baru dan kemajuan teknologi, General Fusion berharap dapat mempercepat jalan menuju energi fusi yang dapat memasok listrik bersih dan berkelanjutan di masa depan.
Analisis Ahli
Steven Cowley (fisikawan fusi dan mantan direktur UK Atomic Energy Authority)
Pendekatan magnetized target fusion yang diambil General Fusion menawarkan potensi efisiensi dan pengurangan biaya dibandingkan metode fusi konvensional, namun sistem mekanikal seperti piston dan pelapisan lithium harus diuji secara ketat agar dapat mencapai kestabilan dan konsistensi yang dibutuhkan.
