Helical Fusion Percepat Pengembangan Pembangkit Energi Matahari Buatan di Bumi
Sains
Iklim dan Lingkungan
11 Jul 2025
248 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Helical Fusion Company berkomitmen untuk mengembangkan teknologi fusi bersih dengan pendekatan stellarator.
Pendanaan sebesar $15 juta akan membantu mempercepat pengembangan reaktor fusi komersial.
Helix Program bertujuan untuk menciptakan pabrik fusi yang dapat memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan.
Helical Fusion, perusahaan di Tokyo, Jepang, baru saja menutup putaran pendanaan Seri A sebesar 15 juta USD untuk mengembangkan reaktor fusi dengan desain stellarator. Teknologi ini bertujuan menciptakan energi bersih dan berkelanjutan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil di masa depan.
Proyek utama mereka, Helix Program, terdiri dari dua tahap: Helix Haruka sebagai alat uji sistem dan Helix Kanata sebagai pembangkit listrik fusi pilot yang akan menghasilkan energi listrik selama 24 jam secara stabil dan ramah lingkungan.
Desain stellarator yang digunakan Helical Fusion memiliki keunggulan karena mampu menjaga plasma tetap stabil secara magnetik dan beroperasi secara terus-menerus tanpa gangguan, berbeda dengan beberapa teknologi fusi lainnya yang belum bisa beroperasi steady-state.
CEO Helical Fusion, Takaya Taguchi, mengungkapkan bahwa teknologi ini adalah hasil dari riset puluhan tahun yang dilakukan di Jepang dan akan menjadi solusi energi besar bagi Asia bahkan dunia. Mereka juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk pengembangan magnet superkonduktor dan teknologi terkait.
Jika berhasil, reaktor fusi ini tidak hanya akan memberikan energi listrik yang ramah lingkungan, tapi juga bisa dipakai dalam misi luar angkasa untuk membantu manusia menetap di Bulan dan planet lain di masa depan.
Analisis Ahli
Steven Cowley (Mantapres UK Atomic Energy Authority)
Desain stellarator menjanjikan operasi plasma yang lebih stabil dan kontinu, namun implementasinya membutuhkan kemajuan material dan teknologi magnet superkonduktor untuk memastikan keberhasilan komersial.Maria Zuber (Profesor Geofisika dan Eksplorasi Luar Angkasa, MIT)
Inisiatif Jepang ini sangat penting untuk mendorong energi bersih dan menyediakan sumber daya yang dapat diandalkan untuk misi antariksa jangka panjang.
