Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Model Baru Baterai Vanadium Redox Flow untuk Operasi Stabil di Iklim Dingin

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (6mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (6mo ago)
03 Sep 2025
46 dibaca
2 menit
Model Baru Baterai Vanadium Redox Flow untuk Operasi Stabil di Iklim Dingin

Rangkuman 15 Detik

Baterai redoks vanadium dapat beroperasi secara stabil dalam suhu dingin melalui proses pemanasan sendiri.
Model dinamis non-isotermal memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh suhu terhadap performa baterai.
Dua mode operasi berbeda dapat digunakan untuk mengelola kapasitas dan efisiensi baterai di kondisi dingin.
Para ilmuwan internasional telah mengembangkan model matematis yang akurat untuk menjelaskan bagaimana baterai vanadium redox flow beroperasi secara stabil dalam suhu dingin. Baterai ini penting untuk menyimpan energi dari sumber terbarukan seperti angin dan matahari yang hasilnya tidak selalu konsisten. Salah satu masalah utama baterai ini di suhu rendah adalah peningkatan viskositas elektrolit yang membuat sirkulasi cairannya melambat dan kapasitas penyimpanannya menurun. Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada bagaimana baterai bisa mempertahankan performa walaupun suhu sekitar turun sampai 5°C. Model tersebut menunjukkan bahwa pada arus beban tinggi, baterai mampu menghasilkan panas sendiri yang meningkatkan suhu elektrolit hingga lebih dari 15°C dalam beberapa siklus pengisian dan pengosongan. Proses pemanasan ini membantu menjaga aliran dan kapasitas baterai tetap stabil. Terdapat dua cara utama mengoperasikan baterai di suhu dingin menurut model ini: mode pompa dengan tenaga konstan yang membiarkan elektrolit memanas secara alami, dan mode laju aliran konstan dimana pompa bekerja lebih keras demi mempertahankan kapasitas baterai penuh. Kedua mode memiliki kelebihan dan kekurangan terkait efisiensi energi dan kapasitas. Penelitian ini tidak hanya membantu merancang baterai yang tahan cuaca dingin, tapi juga memberikan panduan bagi operator baterai untuk mengatur parameter operasional sehingga umur baterai lebih panjang dan risiko kerusakan dapat diminimalisir.

Analisis Ahli

Mikhail Pugach
Model non-isotermal yang kami kembangkan mampu mereplikasi kondisi nyata baterai sehingga bisa menjadi dasar pengembangan teknologi baterai yang lebih handal dan tahan cuaca ekstrem.