Inggris Sanksi Bank dan Bursa Kripto di Kyrgyzstan yang Dukung Stablecoin Rubel Rusia
Finansial
Mata Uang Kripto
21 Agt 2025
134 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Inggris terus memperketat sanksi terhadap lembaga keuangan yang terlibat dalam penghindaran sanksi Rusia.
A7A5, sebagai stablecoin yang didukung oleh rubel, menunjukkan bagaimana cryptocurrency digunakan dalam konteks geopolitik.
Perkembangan teknologi dan regulasi cryptocurrency dapat mempengaruhi cara negara-negara berinteraksi dalam perdagangan internasional.
Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, banyak negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan sanksi berat terhadap Rusia untuk membatasi pendanaan perang. Namun, Rusia menggunakan berbagai cara untuk menghindari sanksi tersebut, salah satunya dengan menggunakan teknologi kripto dan stablecoin berbasis rubel Rusia yang memungkinkan mereka tetap mengalihkan uang tanpa terdeteksi.
Inggris baru saja memberlakukan sanksi terhadap Capital Bank dan platform bursa kripto Grinex yang berbasis di Kyrgyzstan karena diduga membantu skema tersebut. Stablecoin bernama A7A5 yang didukung oleh rubel Rusia digunakan untuk mengkreditkan saldo pengguna Garantex yang sebelumnya dibekukan, memungkinkan mereka untuk terus melakukan transaksi secara digital.
A7A5 adalah stablecoin yang membayar bunga 50% dari uang yang disimpan di bank-bank pendukungnya, sehingga menarik banyak pengguna yang ingin menghindari risiko sanksi pada mata uang digital mereka. Setiap hari, nilai transaksi menggunakan stablecoin ini dilaporkan mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS, sementara total volumenya sampai pertengahan tahun mencapai 41 miliar dolar AS.
Selain Grinex dan Capital Bank, bursa kripto baru bernama Meer yang juga berkaitan langsung dengan skema ini ikut disanksi Inggris. Sanksi ini memperjelas bahwa pemerintah Inggris dan sekutunya berkomitmen untuk mencegah penggunaan aset digital secara ilegal untuk mendukung aktivitas keuangan Rusia selama perang.
Pengawasan terhadap penggunaan kripto sebagai alat penghindar sanksi ini juga meningkatkan tekanan pada perusahaan yang menerbitkan stablecoin dan memfasilitasi transaksi digital untuk memastikan mereka mematuhi aturan global. Aksi ini menunjukkan bahwa industri kripto akan semakin terdampak oleh kebijakan internasional di masa depan.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Penggunaan stablecoin yang didukung oleh negara-negara yang terkena sanksi menunjukkan Indonesia bahwa kripto dapat menjadi alat ganda, baik untuk inovasi ataupun manipulasi keuangan ilegal jika tidak diawasi ketat.Caitlin Long
Langkah reguler seperti ini sangat penting untuk mencegah ekosistem kripto lepas kendali dan digunakan untuk tujuan kriminal, terutama selama konflik geopolitik global.