China Target Jadi Pemimpin Dunia Sains dan Teknologi di 2035
Teknologi
Kecerdasan Buatan
06 Okt 2025
140 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam sains dan teknologi pada tahun 2035.
Investasi dalam R&D di China telah meningkat secara signifikan.
Sektor semikonduktor dan AI merupakan tantangan utama dalam persaingan teknologi global.
China sedang menyusun rencana lima tahunan ke-15 yang fokus pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rencana ini merupakan kelanjutan dari strategi pembangunan yang sudah berjalan selama lebih dari 70 tahun. Tujuannya adalah menjadikan China sebagai pemimpin global di bidang teknologi pada tahun 2035.
Selama periode rencana lima tahun ke-14 yang berlangsung sejak 2021 sampai 2025, China telah meningkatkan investasi riset dan pengembangan sebesar 48 persen dibandingkan tahun 2020. Jumlah peneliti di negara ini juga tetap menjadi yang terbesar di dunia, menunjukkan fokus kuat pada pengembangan sumber daya manusia.
China berhasil naik ke peringkat ke-10 dalam indeks inovasi global, serta memimpin dunia dalam jumlah publikasi jurnal ilmiah berkualitas tinggi dan permohonan paten selama lima tahun berturut-turut. Ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam kegiatan ilmiah dan teknologi di negara tersebut.
Meskipun China sudah unggul di bidang eksplorasi ruang angkasa, 5G, dan energi hijau, sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan masih menjadi medan persaingan utama. Hal ini diperparah oleh pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat yang membatasi akses China terhadap teknologi chip canggih.
Ke depan, China akan terus memperkuat investasinya dan fokus pada terobosan di bidang teknologi khususnya AI dan semikonduktor. Rencana ini diharapkan dapat membantu China mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan menjadi kekuatan teknologi terdepan di dunia.
Analisis Ahli
Kai-Fu Lee
China memiliki sumber daya manusia dan pendanaan yang luar biasa, yang memungkinkan mereka untuk menjadi pemain utama dalam AI, meskipun hambatan teknologi dari AS tetap menjadi tantangan, namun bukan halangan mutlak.Andrew Ng
Teknologi AI berkembang cepat di China karena kombinasi ketersediaan data besar dan investasi R&D yang masif, yang dapat membuat negara ini unggul dalam beberapa tahun ke depan.
