Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

TikTok Perbarui Pedoman Komunitas dengan Fokus Personalitas dan Konten Komersial

Bisnis
Marketing
marketing (7mo ago) marketing (7mo ago)
16 Agt 2025
199 dibaca
1 menit
TikTok Perbarui Pedoman Komunitas dengan Fokus Personalitas dan Konten Komersial

Rangkuman 15 Detik

TikTok memperbarui Pedoman Komunitas untuk menyederhanakan bahasa dan memperjelas aturan.
Tanggung jawab pembuat konten meningkat, terutama dalam sesi LIVE dengan alat pihak ketiga.
Visibilitas konten komersial akan dikurangi jika mengarahkan pengguna untuk membeli di luar TikTok.
TikTok akan meluncurkan pembaruan Pedoman Komunitas pada 13 September 2025 yang menyederhanakan teks dan menyesuaikan aturan untuk meningkatkan kejelasan bagi pengguna dan kreator konten. Pembaruan ini tidak bersifat revolusioner tapi menandakan arah baru pada aspek pasar dan personalisasi platform. Satu perubahan penting adalah penegasan tanggung jawab kreator selama siaran langsung TikTok LIVE, termasuk penggunaan alat pihak ketiga seperti terjemahan real-time dan voice-to-text yang harus diawasi supaya tidak melanggar aturan. TikTok juga menambahkan ketentuan ketat soal konten komersial, yang wajib diungkapkan dengan jelas. Platform akan menurunkan visibilitas konten yang mengarahkan pembelian produk di luar TikTok Shop pada wilayah tertentu. Lebih jauh, TikTok menerapkan personalisasi menyeluruh terhadap hasil pencarian dan komentar, yang akan membuat pengalaman tiap pengguna berbeda berdasarkan histori interaksi mereka, sebuah langkah yang memperkuat engagement namun menimbulkan risiko filter bubble. Dalam kebijakan konten AI, bahasa aturan disederhanakan dan referensi terkait endorsement AI dihilangkan, mungkin membuka ruang bagi kemunculan endorsement AI dari selebritas di masa depan. Terakhir, bahasa konten moderasi diperbarui untuk menampilkan suasana yang lebih 'aman, menyenangkan, dan kreatif' tanpa menyebutkan kata 'terpercaya'.

Analisis Ahli

Dr. Arief Nugroho (Ahli Media Digital Indonesia)
TikTok melakukan langkah adaptif yang wajar untuk menjaga dominasi pasarnya sekaligus mematuhi regulasi global. Namun, personalisasi ekstrem berpotensi menciptakan filter bubble yang mempersempit sudut pandang pengguna.