AS Gunakan Pelacak Rahasia untuk Cegah Chip Canggih Masuk China
Teknologi
Keamanan Siber
14 Agt 2025
57 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah AS menggunakan pelacak untuk mencegah chip canggih jatuh ke tangan China.
Larangan ekspor chip canggih bertujuan untuk menghindari penggunaannya dalam militer.
Reaksi pemerintah China menunjukkan ketegangan antara kedua negara dalam hal teknologi.
Pemerintah Amerika Serikat menerapkan teknologi pelacak tersembunyi di dalam chip canggih yang mereka produksi. Tujuan utama dari pelacak ini adalah untuk memantau pergerakan chip tersebut di seluruh dunia dan memastikan bahwa chip tersebut tidak sampai ke tangan China.
Langkah ini diambil karena AS sebelumnya melarang ekspor chip AI dan teknologi canggih lainnya ke China, sebagai upaya mencegah teknologi militer China berkembang menggunakan komponen buatan AS. Namun, ada kekhawatiran bahwa chip tersebut dapat dikirim melalui negara ketiga agar larangan bisa dihindari.
Pelacak biasanya disisipkan secara tersembunyi di dalam kemasan atau server yang diproduksi oleh perusahaan seperti Dell dan Super Micro, menggunakan chip dari Nvidia dan AMD. Informasi tentang penggunaan pelacak ini diperoleh dari sumber yang terlibat dalam rantai pasok server AI.
Beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab diduga menjadi jalur transit pengiriman chip yang dilarang ke China. Pemerintah China sendiri menanggapi dengan kecemasan dan menyatakan keberatan mengenai kemungkinan adanya 'pintu belakang' pada chip yang dapat diakses dari jarak jauh.
Dengan penggunaan teknologi pelacak, AS berharap dapat mencegah penyelundupan teknologi canggih dan menjaga keunggulan mereka dalam bidang teknologi militer dan AI, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap rantai pasok global yang semakin kompleks.
Analisis Ahli
Andrew Grove (mantan CEO Intel)
Langkah ini merupakan refleksi dari kompleksitas geopolitik dalam industri semikonduktor, dan menunjukkan bagaimana teknologi kini bukan hanya soal inovasi, tapi juga alat strategi nasional.
