China Tuduh Chip Nvidia Punya Backdoor, Tekanan Baru bagi AS di Pasar AI
Teknologi
Keamanan Siber
11 Agt 2025
104 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Hubungan dagang antara AS dan China semakin rumit terkait teknologi dan keamanan.
Nvidia menghadapi kritik dari China terkait keamanan chip yang mereka produksi.
Pengembangan chip oleh Huawei menunjukkan upaya China untuk mandiri dalam teknologi.
Presiden AS Donald Trump mencabut larangan penjualan chip AI H20 buatan Nvidia ke China pada Juli 2025, meskipun sebelumnya penjualan chip ini sempat dilarang karena ketegangan dagang dan keamanan teknologi.
Namun, pihak China melalui media pemerintah menuduh chip H20 mengandung backdoor atau celah keamanan yang berbahaya dan bisa digunakan untuk mengendalikan chip dari jarak jauh, menimbulkan kekhawatiran keamanan bagi pengguna di China.
Nvidia membantah tudingan tersebut dan menegaskan produknya tidak memiliki celah seperti itu, sementara pemerintah China telah meminta penjelasan resmi dari Nvidia untuk memastikan keamanan chip tersebut.
Tekanan terhadap Nvidia di China meningkat, terutama dengan tuntutan bukti keamanan dari media pemerintah seperti People's Daily, yang menginginkan kepercayaan pasar kembali pulih melalui jaminan keamanan chip.
Sementara itu, China terus mengembangkan industri chip domestiknya, dengan perusahaan seperti Huawei menciptakan chip lokal yang bisa menyaingi kemampuan chip Nvidia, menunjukkan pergeseran kekuatan di industri teknologi global.
Analisis Ahli
Andrew Ng (AI expert)
Persaingan chip AI antara AS dan China adalah refleksi dari perang teknologi global yang akan menentukan keunggulan strategis di masa depan, sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati dari sisi keamanan dan politik.Khan Academy Technology Analyst
Penolakan China terhadap chip Nvidia menunjukkan bahwa sektor teknologi tidak bisa dipisahkan dari geopolitik, dan perusahaan harus menyesuaikan produk mereka dengan persyaratan lokal secara menyeluruh.

