Dampak Negatif Media Sosial pada Fokus dan Kesehatan Emosional Remaja
Sains
Neurosains and Psikologi
13 Agt 2025
265 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan masalah perhatian dan kesehatan mental pada remaja.
Remaja mengalami fluktuasi emosi yang terkait dengan konten yang dikurasi secara algoritmik di media sosial.
Ada kebutuhan mendesak untuk perbaikan desain platform media sosial agar lebih mendukung kesejahteraan pengguna.
Sebuah studi terbaru yang melibatkan lebih dari 500 remaja dan orang tua mereka dari Singapura dan Australia menemukan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan sangat memengaruhi kemampuan fokus para remaja. Studi ini menggunakan teknologi wawancara berbasis AI untuk mendapatkan data yang mendalam dan personal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68 persen remaja mengalami kesulitan tetap fokus, sementara sebagian besar mudah terdistraksi oleh video pendek di media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels. Hal ini disebabkan oleh sifat konten yang cepat dan menuntut kepuasan instan.
Selain kesulitan fokus, banyak remaja juga mengalami perubahan emosional yang drastis, mulai dari kebahagiaan sesaat hingga kecemasan. Perasaan tersebut dipicu oleh pengaruh algoritma dan perbandingan sosial yang membuat mereka merasa kurang dan tidak percaya diri.
Dampak tersebut mengganggu kegiatan belajar mereka, dengan 65 persen percaya bahwa media sosial negatif memengaruhi kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas dan belajar di kelas. Hal ini menjadi kekhawatiran besar bagi masa depan pendidikan dan karier generasi muda.
Walaupun sebagian kecil remaja mendapat manfaat dari membuat konten aktif, kebanyakan mengalami konsekuensi negatif. Peneliti menekankan pentingnya tanggung jawab dari perusahaan teknologi untuk merancang kembali platform dengan mengutamakan kesejahteraan mental dan perhatian pengguna muda.
Analisis Ahli
Gemma Calvert
Studi ini mengungkapkan tantangan nyata yang dihadapi remaja sebagai akibat dari ekosistem media sosial saat ini yang berbahaya bagi kesejahteraan mereka dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.James Breeze
Perlu ada proteksi default pada platform sosial yang mengedepankan jeda scroll, tanda penggunaan waktu, dan desain antarmuka yang sadar akan perhatian agar pengguna muda dapat mengelola interaksi mereka lebih sehat.
