Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Minta Nvidia dan AMD Bayar 15% dari Penjualan Chip AI ke China

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (7mo ago) artificial-intelligence (7mo ago)
11 Agt 2025
49 dibaca
2 menit
Trump Minta Nvidia dan AMD Bayar 15% dari Penjualan Chip AI ke China

Rangkuman 15 Detik

Kesepakatan antara Trump dan perusahaan chip dapat memberikan keuntungan finansial bagi pemerintah AS.
Chip H20 dan MI308 merupakan bagian dari kesepakatan yang dibahas dalam konteks hubungan AS-China.
Pemerintah AS memperketat kontrol ekspor terhadap teknologi yang dapat digunakan dalam konteks keamanan nasional.
Pemerintahan Presiden Donald Trump membuat kesepakatan dengan perusahaan chip Nvidia dan AMD terkait penjualan chip AI ke China. Kesepakatan ini menetapkan bahwa kedua perusahaan harus membayar 15 persen dari pendapatan penjualan chip AI mereka di China kepada pemerintah AS. Awalnya Trump meminta 20 persen, namun setelah negosiasi, angka ini turun menjadi 15 persen. Chip yang disetujui untuk dijual ke China adalah versi yang sudah dikurangi kemampuannya, seperti Nvidia H20 dan AMD MI308, agar sesuai aturan ekspor yang ketat. Pembatasan ini diberlakukan karena kekhawatiran mengenai keamanan nasional dan teknologi sensitif yang bisa mencapai China. Kesepakatan ini bisa menghasilkan sekitar 2 miliar dolar AS setiap tahun untuk pendapatan pemerintah AS. Namun, chip Nvidia H20 mendapat kecaman dari pemerintah China karena ada tuduhan adanya potensi 'backdoor' yang bisa membahayakan keamanan mereka. Trump juga menyatakan bahwa ia bisa mengizinkan penjualan chip AI terbaru Nvidia, Blackwell, ke China jika perusahaan tersebut menurunkan performanya antara 30 hingga 50 persen. Ini menunjukkan ketegangan dan kontrol ketat AS terhadap ekspor teknologi tinggi mereka ke China. Selain itu, pemerintahan Trump menggunakan pendekatan berbeda dalam pengaturan bisnis teknologi dan nasional, termasuk ancaman tarif 100 persen terhadap semikonduktor dan intervensi terhadap perusahaan besar seperti Intel dan TikTok atas alasan keamanan nasional.

Analisis Ahli

Andrew Yang (pengusaha teknologi)
Strategi ini menunjukkan bahwa pemerintah menggunakan kekuatan regulasi untuk memaksakan kontrol finansial atas teknologi penting, yang bisa berdampak negatif pada daya saing global perusahaan AS.
Mary Meeker (analis teknologi)
Memaksa perusahaan membayar pemerintah dari pendapatan ekspor bisa menghambat investasi riset dan pengembangan di sektor AI yang sangat vital bagi masa depan.