Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Nvidia dan AMD Setuju Bayar 15% Pendapatan ke AS dari Penjualan Chip AI ke China

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (7mo ago) investment-and-capital-markets (7mo ago)
11 Agt 2025
63 dibaca
2 menit
Nvidia dan AMD Setuju Bayar 15% Pendapatan ke AS dari Penjualan Chip AI ke China

Rangkuman 15 Detik

Nvidia dan AMD setuju untuk memberikan 15 persen dari pendapatan chip ke pemerintah AS sebagai syarat lisensi ekspor.
Keputusan untuk melanjutkan penjualan chip ke China menimbulkan perdebatan mengenai keamanan nasional.
Pemerintah AS berusaha mempertahankan kehadiran teknologi Amerika di pasar China meskipun ada batasan pada chip yang lebih canggih.
Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah penting dengan meminta Nvidia dan AMD memberikan 15 persen pendapatan dari penjualan chip AI canggih seperti H20 ke China. Langkah ini terjadi setelah sempat adanya pelarangan penjualan akibat kekhawatiran keamanan nasional. Dengan adanya izin baru ini, penjualan chip dijalankan dengan syarat pembayaran ekstra kepada pemerintah AS. Penjualan chip ini sangat penting bagi Nvidia dan AMD karena China merupakan pasar besar yang menyumbang miliaran dolar dalam pendapatan mereka. Nvidia sendiri menyatakan patuh pada aturan pemerintah, meskipun pengiriman chip H20 ke China sempat terhenti selama beberapa bulan. AMD yang juga menjadi pemain besar di bidang chip belum memberikan komentar resmi atas kebijakan ini. Kebijakan ini memicu perdebatan tajam, terutama dari para pakar dan pengamat yang mempertanyakan logika di balik pengenaan pungutan 15 persen. Jika chip tersebut memang berisiko bagi keamanan AS, menjualnya sekaligus memungut uang dari penjualan tersebut dianggap kontradiktif. Sebaliknya, jika tidak berisiko, maka penambahan biaya ini dianggap membebani perusahaan tanpa alasan keamanan yang jelas. Pejabat pemerintah AS juga menilai bahwa meskipun chip paling canggih dilarang, memungkinkan perusahaan China tetap menggunakan teknologi AS akan menguntungkan bagi kepentingan jangka panjang Amerika. Namun, kritik tetap menyebut bahwa kebijakan ini bisa mengurangi perlindungan keamanan nasional demi pemasukan kas negara. Kedepannya, kebijakan ini kemungkinan akan menjadi bahan diskusi politik dan ekonomi yang menarik, terutama terkait regulasi ekspor teknologi sensitif. Pengaruh terhadap persaingan teknologi antara AS dan China juga harus terus dipantau, karena keputusan ini berpotensi memperbesar kerjasama manufaktur dan pemakaian teknologi AI di China.

Analisis Ahli

Geoff Gertz
Menilai kebijakan ini kontradiktif karena jika chip adalah risiko keamanan nasional, seharusnya tidak dijual sama sekali; tapi jika tidak, pungutan ekstra terasa tidak logis.
Alasdair Phillips-Robins
Mengkritik kebijakan ini sebagai pengorbanan proteksi keamanan untuk memperoleh pendapatan pemerintah.