AI summary
SMIC sangat bergantung pada permintaan domestik di China. Tarif yang diusulkan oleh Donald Trump mungkin tidak akan berdampak signifikan pada SMIC. Pendapatan SMIC mengalami peningkatan meskipun laba bersihnya menurun. Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), pembuat chip kontrak terbesar di Cina daratan, menyatakan percaya diri meski Presiden AS Donald Trump mengusulkan tarif 100 persen untuk impor chip. SMIC melihat permintaan domestik yang kuat di Cina sebagai penopang utama bisnisnya.Data menunjukkan bahwa 84,1 persen dari penjualan SMIC pada kuartal kedua berasal dari pasar Cina, sementara penjualan dari Amerika menurun menjadi 12,9 persen. Penurunan penjualan di Amerika ini menunjukkan pergeseran fokus SMIC pada pasar domestik yang lebih stabil.SMIC melaporkan pendapatan sebesar 2,21 miliar dolar AS pada kuartal kedua, meningkat 16,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perusahaan justru turun 19,5 persen menjadi 132,5 juta dolar AS, yang mencerminkan tantangan tertentu di pasar global.Pimpinan SMIC, Zhao Haijun, mengatakan perusahaan beroperasi pada kapasitas penuh dan sudah membantu klien mereka membangun persediaan chip di awal tahun. Dia juga menyatakan bahwa tarif sebelumnya hanya berdampak kurang dari 10 persen pada klien luar negeri SMIC.Meski ada kekhawatiran mengenai kebijakan tarif AS, SMIC percaya bahwa dampaknya tidak signifikan terhadap operasional mereka karena fokus utama penjualan ada di dalam negeri. Di masa depan, perusahaan diharapkan terus memperkuat posisinya di pasar chip domestik Cina.
SMIC menunjukkan strategi yang cerdas dengan fokus pada pasar domestik yang besar dan kapasitas produksi yang hampir penuh, sehingga mereka memiliki benteng kuat menghadapi tekanan eksternal. Namun, penurunan laba bersih menunjukkan bahwa tantangan tetap ada, terutama dari fluktuasi pasar global dan ketegangan perdagangan internasional.