AI summary
Ekspor chip China ke AS mengalami penurunan yang signifikan. Perusahaan semikonduktor China mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh tarif yang diusulkan. Investasi besar dari perusahaan teknologi AS dapat mempengaruhi dinamika pasar semikonduktor. Pada paruh pertama 2025, ekspor chip dari China ke Amerika Serikat mencapai US$983,7 juta, mengalami penurunan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah rencana Pemerintahan AS yang akan memberlakukan tarif impor sebesar 100 persen untuk chip yang masuk ke negara tersebut.Meskipun tarif ini akan sangat membebani banyak produsen semikonduktor luar negeri, perusahaan-perusahaan chip terkemuka China seperti Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) dan Hua Hong Semiconductor diperkirakan tidak akan mengalami dampak negatif yang berat. Mereka diperkirakan akan mendapat pengecualian dan berbagai bentuk dukungan dari pemerintah China.Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa tarif ini akan diberlakukan namun memberikan pengecualian bagi perusahaan-perusahaan yang sudah memproduksi chip di AS atau berjanji untuk membangun pabrik baru di negara tersebut. Perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan Apple juga berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari US$100 miliar ke dalam manufaktur chip di AS.Dalam menghadapi kebijakan tarif tersebut, China berhasil meningkatkan pangsa ekspor sirkuit terintegrasi, termasuk chip memori, ke negara-negara di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bagaimana China sedang mengalihkan fokus ke pasar alternatif demi mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika Serikat.Saham SMIC dan Hua Hong Semiconductor mengalami kenaikan signifikan setelah pengumuman kebijakan tarif, menandakan optimisme investor bahwa kedua perusahaan ini akan mampu bertahan dan bahkan mungkin mendapatkan keuntungan dari ketegangan perdagangan ini.
Kebijakan tarif yang ketat oleh AS justru mendorong perusahaan chip China untuk lebih inovatif dan mencari pasar alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan pada AS. Namun, dalam jangka panjang, ketegangan perdagangan semacam ini bisa memperlambat integrasi teknologi global dan menyebabkan fragmentasi pasokan industri semikonduktor.