Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Siapkan Tarif Baru untuk Chip, Industri Semikonduktor Hadapi Tantangan Besar

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (7mo ago) artificial-intelligence (7mo ago)
05 Agt 2025
5 dibaca
2 menit
AS Siapkan Tarif Baru untuk Chip, Industri Semikonduktor Hadapi Tantangan Besar

Rangkuman 15 Detik

Rencana tarif baru dapat mengganggu industri semikonduktor dan AI di AS.
Meskipun ada kemajuan dalam produksi chip dalam negeri, tantangan tetap ada.
Administrasi Trump sedang mempertimbangkan perubahan dalam aturan ekspor chip AI yang dapat mempengaruhi pasar global.
Industri semikonduktor di Amerika Serikat sedang mengalami masa penuh ketidakpastian karena pemerintah berencana mengumumkan tarif baru pada produk chip dan semikonduktor. Belum jelas rincian tarif ini, tetapi langkah tersebut berpotensi berdampak luas pada perusahaan hardware dan AI di AS. Pada tahun 2022, AS membuat kebijakan besar melalui CHIPs and Science Act yang memberikan subsidi sebesar Rp 868.40 triliun ($52 miliar) untuk meningkatkan produksi chip dalam negeri. Meskipun saat ini hanya sekitar 10% chip global yang diproduksi di AS, lebih dari setengah perusahaan semikonduktor besar dunia berbasis di negara ini. Beberapa proyek besar berjalan dengan dukungan pemerintah, seperti investasi Intel dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk membangun pabrik chip di AS. TSMC berencana menanam investasi besar-besaran hingga Rp 1.67 quadriliun ($100 miliar) dalam empat tahun ke depan. Namun, proses pembangunan pabrik chip tidak mudah dan memakan waktu. Intel telah menunda pembangunan fasilitasnya di Ohio, menandakan ada banyak tantangan dalam meningkatkan produksi chip domestik dengan cepat. Selain tarif, pemerintah juga sedang mempertimbangkan aturan ekspor chip AI yang sebelumnya dibuat pemerintahan Biden. Kebijakan ekspor ini penting untuk menentukan negara mana saja yang bisa membeli teknologi chip canggih dari AS. Perdebatan mengenai aturan ini masih berlangsung.

Analisis Ahli

Lisa Su (CEO AMD)
Langkah tarif harus dipertimbangkan dengan hati-hati agar tidak menghambat inovasi dan pertumbuhan teknologi AI yang sangat bergantung pada chip canggih.
Jensen Huang (CEO Nvidia)
Pengaturan dan kebijakan ekspor yang rumit akan berdampak negatif pada kemampuan perusahaan AS untuk berkompetisi di pasar global AI.