Usaha AS Rebut Kembali Pasokan Unsur Tanah Jarang dari China
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
06 Agt 2025
157 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Cina memiliki kendali yang signifikan atas rantai pasokan rare earth.
AS melakukan investasi besar untuk menghidupkan kembali tambang rare earth yang pernah menjadi pemimpin dunia.
Perang dagang antara AS dan Cina telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya produksi rare earth di dalam negeri.
Unsur tanah jarang sangat penting untuk berbagai teknologi seperti kendaraan listrik, elektronik, dan alat-alat militer. Dalam beberapa dekade, China berhasil menguasai pasokan unsur-unsur ini dan menjadi pemain dominan di pasar global.
AS dulunya adalah pemasok utama unsur tanah jarang melalui tambang Mountain Pass di California, tapi menutupnya pada tahun 2002 karena masalah lingkungan. Kini, tambang ini coba dihidupkan kembali untuk mengurangi ketergantungan pada China.
Diprakarsai oleh Molycorp Minerals dan didukung dana besar dari pemerintah, usaha mengaktifkan kembali tambang Mountain Pass sempat gagal ketika perusahaan bangkrut pada tahun 2015.
Dalam beberapa tahun terakhir, terutama di masa pemerintahan Trump, AS berupaya mempercepat strategi untuk mengamankan dan memperkuat rantai pasokan bahan baku strategis ini demi kepentingan nasional dan teknologi masa depan.
Meskipun menghadapi banyak rintangan, seperti hambatan teknologi dan persaingan geopolitik, upaya ini penting bagi AS untuk meminimalkan risiko dari ketergantungan berlebihan pada China yang kerap digunakan sebagai alat negosiasi dalam hubungan bilateral.
Analisis Ahli
Dr. Mei Ling (Ahli Kebijakan Industri Mineral)
AS menghadapi tantangan besar dalam membangun kembali infrastruktur unsur tanah jarang akibat rantai pasokan yang terfragmentasi dan biaya produksi yang tinggi di luar China.Prof. John Smith (Pakar Geopolitik Energi)
Pendekatan strategis AS untuk memperkuat suplai bahan baku kritis adalah kunci untuk menjaga kedaulatan nasional dan mengurangi risiko politik dari ketergantungan terhadap China.

