Strategi Jangka Panjang China Kuasai Pasar Mineral Tanah Jarang, AS Terpeleset
Bisnis
Ekonomi Makro
09 Jul 2025
53 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Beijing memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dalam industri mineral langka.
AS masih bergantung pada impor mineral langka dari Tiongkok meskipun ada upaya untuk mengurangi ketergantungan.
Negosiasi perdagangan dapat dipengaruhi oleh dominasi dalam rantai pasokan mineral langka.
China berhasil mengungguli Amerika Serikat dalam industri mineral tanah jarang karena investasi jangka panjang yang terarah pada teknologi penambangan dan pengolahan canggih. Sementara itu, AS menghadapi kesulitan akibat kurangnya investasi dan kebijakan yang kurang stabil selama bertahun-tahun.
Laporan yang diterbitkan oleh think tank Strategy Risks mengungkapkan bahwa keunggulan China ini membuatnya menjadi pengendali utama dalam rantai pasokan mineral tanah jarang di dunia, yang merupakan bahan penting dalam berbagai teknologi tinggi.
Dominasi China tersebut sempat menjadi alat tawar dalam negosiasi perdagangan dengan pemerintahan Trump, di mana China menggunakan mineral tanah jarang sebagai kartu untuk melawan pembatasan teknologi dari AS.
Meski AS telah mulai melakukan berbagai inisiatif guna memperkuat produksi dalam negeri dan pengolahan mineral, ketergantungan AS pada impor dari China masih cukup besar karena ketersediaan bahan mentah dan investasi pemerintah yang masih terbatas.
Kesepakatan yang tercapai di London baru-baru ini memberikan harapan bagi kedua negara untuk melonggarkan beberapa pembatasan perdagangan, namun tantangan besar tetap ada dalam usaha AS mengejar ketertinggalan di sektor ini.


