TLDR
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan reaktor nuklir terhadap gempa bumi. Penggunaan dampers partikel yang dioptimalkan dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk energi dan infrastruktur. Kolaborasi antar disiplin ilmu diharapkan dapat menghasilkan penemuan baru untuk perlindungan seismik. Para peneliti di University of Wyoming sedang mengembangkan teknologi baru untuk membuat reaktor nuklir lebih aman dari ancaman gempa bumi. Proyek ini dipimpin oleh Ankit Saxena, yang menerima dana riset dari NSF sebesar hampir 200 ribu dolar selama dua tahun hingga Juli 2027.Teknologi yang dikembangkan menggunakan peredam getaran partikel yang memanfaatkan partikel yang terperangkap di dalam suatu ruang untuk menyerap energi getaran akibat gempa. Banyak tantangan yang dihadapi dalam mendesain peredam ini karena interaksi kompleks antarpartikel dan dinding ruangnya.Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti memakai teknik optimasi topologi, yang adalah metode desain rekayasa maju secara iteratif, agar peredam getaran dapat disesuaikan dalam menyerap atau memantulkan frekuensi gempa tertentu.Teknologi ini akan diaplikasikan dengan penempatan kontainer berisi partikel di sekitar reaktor nuklir. Partikel-partikel tersebut akan menyerap gelombang kejut dari gempa sehingga reaktor tetap aman. Material yang dipakai akan disesuaikan tergantung lokasi dan karakteristik seismik wilayah tersebut.Selain untuk reaktor nuklir, teknologi ini juga dapat diaplikasikan pada berbagai infrastruktur energi lain seperti turbin angin, pembangkit batu bara, dan fasilitas hidroelektrik. Salah satu proyek pengujian jaringan ini adalah Natrium reactor di Wyoming, yang akan membantu mengamankan fasilitas nuklir di seluruh Amerika Serikat.