Puluhan Editor PLoS ONE Terlibat Dalam Ratusan Penarikan Artikel Bermasalah
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
04 Agt 2025
98 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sejumlah besar artikel yang ditarik kembali di PLoS ONE terkait dengan tindakan editor yang tidak etis.
Jurnal ilmiah perlu memperkuat mekanisme deteksi untuk mencegah manipulasi dan konflik kepentingan.
Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam praktik editorial untuk menjaga integritas penelitian.
PLoS ONE, jurnal ilmiah terbuka, mengalami masalah besar dengan banyaknya artikel yang harus ditarik kembali dari publikasi mereka selama beberapa tahun terakhir. Sebuah studi menemukan bahwa hampir sepertiga dari semua artikel yang ditarik terkait dengan hanya 45 editor yang menangani sebagian kecil dari total artikel yang terbit.
Para editor ini diduga menerima banyak artikel yang ternyata bermasalah berdasarkan isu etika seperti manipulasi proses peer review, konflik kepentingan, dan bahkan dugaan keterlibatan pada paper mills, yaitu bisnis yang membuat artikel palsu. Beberapa editor juga menulis artikel yang kemudian ditarik dari jurnal tersebut.
Pihak PLoS ONE telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan editor yang bermasalah dan memperbarui kebijakan terkait proses editorial. Namun, masalah ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan editorial saat ini belum cukup efektif dalam mencegah kecurangan di dunia penerbitan ilmiah.
Selain PLoS ONE, beberapa jurnal lain yang diterbitkan oleh penerbit besar juga mengalami penarikan artikel dengan pola yang serupa. Ini menjadi peringatan bahwa masalah integritas ilmiah tidak hanya terjadi pada satu jurnal saja, melainkan disebabkan oleh kelemahan prosedur secara industri.
Para ahli menilai bahwa kasus ini perlu menjadi pelajaran penting bagi dunia akademik tentang perlunya transparansi, algoritma pendeteksi anomali yang lebih canggih, serta koordinasi lebih baik antar penerbit untuk menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap penelitian ilmiah.
Analisis Ahli
Reese Richardson
Ada kompentensi dan complicity dari dalam editorial yang memungkinkan penelitian bermasalah lolos ke publikasi.Renee Hoch
PLOS sudah menyadari isu ini dan aktif melakukan tindakan korektif termasuk pengangkatan ulang editorial board.Cassidy Sugimoto
Temuan ini menunjukkan pentingnya alat pendeteksi kecurangan ilmu pengetahuan untuk memperbaiki kualitas publikasi.

