Indonesia Jadi Negara Teratas Dunia dalam Tingkat Berkembang Masyarakat
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
04 Agt 2025
141 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Indonesia menjadi negara dengan tingkat kesejahteraan tertinggi menurut studi Harvard.
Aspek hubungan sosial dan karakter pro-sosial sangat penting dalam menentukan kesejahteraan.
Negara maju sering kali memiliki keamanan finansial yang tinggi tetapi rendah dalam makna hidup dan hubungan sosial.
Sebuah studi global dari Universitas Harvard menemukan bahwa Indonesia menempati posisi pertama dunia dalam tingkat berkembang masyarakat, melampaui negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris. Studi ini menggunakan tujuh variabel yang mencakup kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritualitas.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 203 ribu responden dari 22 negara. Variabel tambahan seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, agama, dan riwayat pribadi juga diperhitungkan dalam rangka memberikan gambaran lengkap tentang flourishing masyarakat di masing-masing negara.
Indonesia mendapatkan skor tertinggi yaitu 8,3, unggul dibandingkan Israel, Filipina, Meksiko, dan Polandia. Sedangkan Amerika Serikat dan Inggris menempati ranking ke-12 dan ke-20. Studi ini menunjukkan bahwa negara maju meskipun unggul dalam keamanan finansial, seringkali mengalami skor rendah dalam makna hidup dan hubungan sosial.
Jepang menempati posisi yang relatif rendah dengan skor 5,89, dimana respondennya menunjukkan sedikit teman dekat dan kualitas hubungan sosial yang rendah. Hal ini menjadi peringatan bahwa kekayaan dan umur panjang tidak menjamin flourishing atau perkembangan kesejahteraan secara menyeluruh.
Temuan studi ini menekankan pentingnya hubungan sosial dan karakter pro-sosial yang menjadi faktor utama dalam menciptakan komunitas yang kuat. Studi ini diharapkan dapat menginspirasi negara-negara lain untuk mengutamakan aspek sosial dan makna hidup dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Analisis Ahli
Martin Seligman
Pengukuran flourishing yang menggunakan multidimensional approach ini sangat sesuai dengan teori well-being positif saya, yang menekankan pentingnya makna hidup dan hubungan sosial sebagai komponen utama kebahagiaan dan kesehatan psikologis.Sonja Lyubomirsky
Temuan ini memperkuat bukti bahwa kesejahteraan subjektif tidak hanya tergantung pada materi, tapi juga kualitas hubungan interpersonal dan nilai-nilai personal, yang sering diabaikan dalam masyarakat maju.

